BANDA ACEH – Dukung pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang pangan, obat tradisional, dan kosmetik Badan POM hadir pada Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) ke XV di Stadion Harapan Bangsa Lhong Raya, Banda Aceh (06/05).
Meningkatkan daya saing UMKM di bidang pangan, obat tradisional, dan kosmetik merupakan komitmen Badan POM yang terus digalang untuk menuju kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Pada PENAS yang dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Badan POM turut berpartisipasi dalam pameran bersama 38 ribu peserta dari dalam dan luar negeri.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan Badan POM untuk memberikan layanan konsultasi tentang Obat dan Makanan kepada ratusan pengunjung. Berbagai informasi yang ditanyakan antara lain tentang tata cara pendaftaran produk Obat dan Makanan, legalitas produk, temuan Badan POM, dll. Display barang bukti temuan produk Obat dan Makanan ilegal/palsu banyak mencuri perhatian pengunjung. Demikian juga dengan mobil laboratorium keliling Balai Besar POM di Banda Aceh yang ramai dikerumuni pengunjung yang ingin melihat secara langsung cara uji cepat pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya menggunakan rapid test kit.
Pada sambutannya, Presiden RI mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mencintai produk dalam negeri. Presiden juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan petani jagung dan kakao. Ke-dua komoditi tersebut merupakan produk pertanian unggulan selain padi yang ditargetkan menjadikan Indonesia sebagai salah satu lumbung pangan nasional di tahun 2045.
Gubernur Aceh, Zaini Abdullah menyampaikan bahwa di sektor pertanian, Aceh mengembangkan perkebunan kopi arabica, tepatnya berada di Bener Meriah dan Aceh Tengah. Sedangkan di sektor perikanan, Gubernur Aceh menjelaskan tekad dan semangat Pemerintah Aceh dalam meningkatkan usaha induk udang windu, ikan karang, dan budidaya ikan kakap di kawasan pesisir pantai Aceh. Semangat ini akan terus dikembangkan dan akan optimal dengan dukungan dari pemerintah dan lintas sektor terkait. HM-Ambang
Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
