Jakarta - Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito hadir mendampingi Presiden RI, Joko Widodo meresmikan Pabrik Biofarmasi PT Etana Biotechnologies Indonesia, Jumat (07/10/2022). Turut hadir pula dalam peresmian ini Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut B. Panjaitan; Menteri Kesehatan Budi Sadikin; dan Direktur Utama PT Etana, Nathan Nirtana.
Peresmian ini menandakan keseriusan pemerintah untuk mewujudkan kemandirian farmasi nasional. Sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan, BPOM ditugaskan oleh Presiden untuk mendukung investasi pada sektor industri farmasi dan alat kesehatan melalui fasilitasi dalam proses sertifikasi fasilitas produksi dan penilaian atau evaluasi obat.
BPOM mendukung dan menyambut baik investasi mewujudkan kemandirian bidang farmasi melalui produksi lokal vaksin COVID-19. Dalam industri vaksin, sebelumnya Indonesia hanya memiliki PT Bio Farma selama 132 tahun lamanya. Dengan peresmian ini, PT Etana dapat memperkuat industri vaksin di Indonesia untuk menuju kemandirian farmasi nasional.
PT Etana merupakan industri farmasi di Indonesia yang akan memproduksi vaksin COVID-19 dengan platform encapsulated RBD mRNA bekerja sama dengan Yuxi Walvax Biotechnology Co., Ltd. Melalui PT Etana, Indonesia akan menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki kapabilitas untuk memproduksi vaksin dengan platform mRNA.
Direktur Utama PT Etana, Nathan Nirtana memberikan apresiasi dan penghargaan kepada pemerintah Indonesia yang mendukung PT Etana, salah satunya kepada BPOM. “Penghargaan tentu juga kami sampaikan kepada Ibu Kepala BPOM dan seluruh jajarannya yang terus membimbing PT Etana dan sama-sama belajar, sehingga kita berkomitmen untuk memproduksi produk obat-obat biologi dan vaksin sesuai standar yang bagus supaya bisa terus mengharumkan nama Indonesia di luar negeri,” ungkap Nathan Nirtana.
Presiden Joko Widodo dalam sambutannya menekankan dan mengingatkan kembali kepada jajaran pemerintahannya untuk mendukung penuh Industri seperti PT Etana agar Indonesia bisa berdikari. “Perusahaan seperti PT Etana ini betul-betul didukung, Kementerian Kesehatan juga mendukung, sehingga ini bisa berkembang, tidak hanya di Biofarmasi, Bioteknologi, tetapi juga nantinya bisa masuk ke hewan, bisa masuk ke tanaman, sehingga semuanya kita memiliki kemandirian. Dan kita bisa berdikari, betul-betul berdikari," tegas Presiden.
BPOM berkomitmen penuh untuk menjalankan Inpres Nomor 6 Tahun 2016 dengan melakukan pengawalan dan pendampingan kepada PT Etana. Sejak September 2021, BPOM telah melakukan pengawalan aspek Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) di fasilitas produksi PT Etana melalui rangkaian asisten regulatori, diskusi, konsultasi, dan desk Corrective Action and Preventive Action (CAPA).
Penyiapan fasilitas produksi PT Etana dimulai dari fasilitas fill and finish untuk memenuhi ketentuan CPOB. Pada 10 Juni 2022, PT Etana telah memperoleh persetujuan penggunaan fasilitas produksi vaksin COVID-19 mRNA dari BPOM. Saat ini, PT Etana sedang melanjutkan pengembangkan fasilitas upstream dan downstream yang ditargetkan akan selesai pada triwulan pertama 2023. BPOM akan terus mengawal dan mendampingi PT Etana, sehingga nantinya akan meningkatkan akses ketersediaan vaksin yang aman, berkhasiat, dan bermutu bagi masyarakat. (HM-Hendriq)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Foto 1 oleh Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Foto 2,3,4, dan 5 oleh Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat BPOM
