Jakarta - BPOM berpartisipasi pada Seminar “Transformasi Riset Biofarmaka untuk Pemanfaatan Bahan Alam Fungsional Presisi Menuju Indonesia yang Lebih Sehat dan Sejahtera”, Kamis (29/09/2022). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Pertanian Bogor (LPPM IPB) secara daring. Kegiatan bertajuk One Day Seminar ini dibuka secara resmi oleh Rektor Institut Pertanian Bogor, Arif Satria.
Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Reri Indriani hadir mewakili Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito untuk memberikan pidato utama pada seminar ini. Mengawali pemaparannya, Reri Indriani mengucapkan selamat atas terselenggaranya seminar ini. Ia mengatakan forum ini akan menjadi forum yang strategis dan bermanfaat untuk mendiskusikan riset terkini dengan penerapan teknologi terbarukan di bidang biofarmaka.
“BPOM sangat mendukung pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dalam pengembangan obat bahan alam dan bahan baku obat bahan alam dalam rangka mengawal kualitas, kontinuitas, dan kuantitas supply bahan baku obat bahan alam produksi dalam negeri,” ujar Reri Indriani.
Ia menambahkan, berkembangnya teknologi informasi di bidang riset obat bahan alam memberikan harapan terhadap percepatan munculnya produk-produk obat bahan alam yang inovatif. Selain itu, juga meningkatkan eksplorasi bahan alam yang semula menggunakan metode penelitian konvensional, kemudian bertransformasi menjadi riset yang berbasis teknologi informasi.
Dari pidato yang disampaikan diketahui bahwa pada bulan Agustus 2022 lalu, BPOM telah menyelenggarakan Konvensi Nasional Kemandirian Nasional Bahan Baku Obat Bahan Alam dalam rangka Penyediaan Bahan Baku Obat Bahan Alam. Konvensi ini dimaksudkan untuk mendorong seluruh pihak bisa bersinergi dalam menyediakan bahan baku secara konsisten, sehingga produk herbal Indonesia memiliki daya saing. Hingga saat ini telah terdaftar lebih dari 14.000 produk jamu, 81 produk obat herbal terstandar, dan 24 fitofarmaka di BPOM.
Di akhir pemaparan, Reri Indriani menyampaikan harapannya semoga seminar hari ini dapat semakin memperkuat ekosistem riset di Indonesia. “Bersama-sama kita manfaatkan kekayaan alam Indonesia, kita gali potensi yang kita miliki, dan tentu dengan transformasi riset biofarmaka ini akan didapatkan dampak positif yang nantinya akan mewujudkan kemandirian nasional untuk penyediaan bahan baku obat bahan alam sebagai upaya peningkatan mutu dan daya saing produk,” tutup Reri. (HM-Hendriq)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
