Jakarta - BPOM menerima peserta Magang Bangkit (Bangun Generasi Kita) yang merupakan anggota Pramuka Penegak dan Pandega dari beberapa wilayah di Indonesia. Kegiatan Magang Bangkit ini menjadi rangkaian dari kegiatan Raimuna Nasional XII Tahun 2023 yang diselenggarakan dalam memperingati Hari Pramuka Nasional ke-62 tahun ini.
Para peserta magang tersebut belajar secara langsung di berbagai unit kerja yang ada di BPOM, antara lain Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional; Direktorat Pengawasan Keamanan, Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif; Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik; Direktorat Pengawasan Peredaran Pangan Olahan; Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan; Biro Hukum dan Organisasi; Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat; serta Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan.
Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Rita Endang, membuka kegiatan magang yang berlangsung pada 15–16 Agustus 2023 ini. Dalam sambutannya, Rita Endang menyampaikan bahwa kesempatan magang di BPOM bukan hanya peluang untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga merupakan kesempatan langka untuk memahami peran penting pengawasan obat dan makanan dalam melindungi kesehatan masyarakat dan meningkatkan daya saing bangsa.
“Kami berharap bahwa melalui magang ini, anggota Pramuka dapat menjadi pelopor sebagai konsumen cerdas dalam memilih dan menggunakan obat dan makanan, serta sebagai influencer yang menjadi perpanjangan tangan BPOM dalam menyampaikan informasi yang akurat,” harapnya.
Pada hari pertama kegiatan magang, para peserta menerima paparan informasi dari Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan, Ema Setyawati. Topik yang disampaikan terkait dengan Obat dan Makanan Aman Membangun Generasi Sehat dan Berkualitas untuk Mewujudkan Indonesia Maju. Dalam kesempatan tersebut, peserta turut didorong untuk ikut aktif menjadi “perpanjangan tangan” BPOM dalam melakukan pengawasan obat dan makanan. Salah satunya dengan memanfaatkan aplikasi Pramuka Sapa dan BPOM Mobile.
Lebih lanjut, magang ini merupakan salah satu bentuk tindak lanjut nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara BPOM dengan Kwartir Nasional (Kwarnas) tentang Pemberdayaan Gerakan Pramuka dalam Bidang Keamanan serta Mutu Obat dan Makanan. BPOM juga telah mengembangkan Rintisan Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan (Saka POM) yang diharapkan akan disetujui pada Musyawarah Nasional (Munas) Gerakan Pramuka yang akan diadakan pada akhir tahun 2023.
Selain itu, BPOM juga telah mengembangkan tiga Krida sebagai platform kegiatan Saka POM, yaitu Krida Pengujian Sederhana Obat dan Makanan, Krida Pemantauan Obat dan Makanan, dan Krida Informasi Obat dan Makanan. Melalui Saka POM dan berbagai Krida ini, diharapkan dapat menjadi dorongan bagi anggota Pramuka untuk aktif berkontribusi dalam meningkatkan pengawasan obat dan makanan yang efektif untuk menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.
Rita Endang juga berharap agar selama menjalani magang di BPOM, para peserta mampu memanfaatkan kesempatan yang diberikan. Peserta harus dapat memberikan kontribusi aktif, menyerap dan mempelajari sebanyak mungkin informasi seputar pengawasan obat dan makanan agar pengetahuan yang didapat mampu diterapkan dalam kehidupan pramuka maupun dalam masyarakat.
“Saya ingin mengucapkan selamat atas kesempatan yang luar biasa ini dalam menjalani "Magang Bangkit" di BPOM. Jadikan setiap momen sebagai peluang untuk belajar dan teruslah memupuk semangat dan motivasi tinggi dalam berkontribusi untuk mencapai cita-cita bersama, yaitu mewujudkan Indonesia Emas 2045. Indonesia yang maju dan sejahtera untuk seluruh masyarakat,” tutupnya. (HM-Maulvi)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
