Jakarta - BPOM RI menyelenggarakan Global Learning Oppurtunities dengan tema “Evaluation of Clinical Data for Registration of New Vaccines”, pada tanggal 22 - 27 Juli 2018. Pelatihan ini diikuti oleh 9 negara yaitu Mesir, Kazhakhstan, Laos, Malaysia, Arab Saudi, Senegal, Afrika Selatan, Uganda dan Indonesia. Melalui pelatihan ini diharapkan peserta dapat melakukan evaluasi data uji klinis untuk pendaftaran vaksin baru.
Kepala BPOM RI, Penny K Lukito menyatakan apresiasinya kepada WHO atas dukungannya kepada Indonesia, khususnya BPOM RI, sebagai mitra Pembelajaran Global WHO (GLO). ”Kami memiliki komitmen yang kuat untuk mengambil bagian dalam upaya kolaboratif dalam memastikan keamanan dan kemanjuran vaksin untuk digunakan oleh masyarakat khususnya di negara-negara berkembang”, ujar Kepala BPOM RI dalam sambutannya saat penutupan pelatihan Jumat (27/07).
Belum lama ini BPOM RI baru saja menyelesaikan WHO National Regulatory Authority (NRA) dengan hasil yang memuaskan. Selain penilaian tersebut, pelatihan ini merupakan salah satu prioritas untuk memfasilitasi dan berpartisipasi dalam meningkatkan kapasitas regulasi di bidang evaluasi data klinis vaksin.
Lebih lanjut Kepala BPOM RI menyatakan komitmennya untuk berkolaborasi dalam memastikan keamanan dan mutu vaksin yang digunakan oleh masyarakat khususnya di negara-negara berkembang. “Kami percaya dapat berperan lebih besar dalam Organization of Islamic Cooperation (OIC). Tahun ini Indonesia resmi ditunjuk sebagai Center of Excellence (CoE) OIC pada Vaksin dan Produk Bioteknologi”, jelas Kepala BPOM RI.
Pelatihan yang dilakukan selama enam hari ini menghadirkan beberapa narasumber dari Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Prof. Arini Setiawati serta praktisi, Lucky Slamet dan Endang Woro. Peserta sangat antusias berdiskusi dan bersemangat mengikuti setiap sesi pelatihan. Diakhir kegiatan Kepala BPOM RI menyerahkan penghargaan kepada semua peserta. Peserta terbaik dengan nilai 93 didapatkan oleh Perihan Shafik Helal dari Mesir. HM-Grace
Biro Humas dan DSP
