BPOM Fasilitasi Pelatihan Perkuatan Pengawasan Obat dan Makanan Palestina

21-09-2022 Kerjasama dan Humas Dilihat 509 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Jakarta - BPOM melakukan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan Palestina menyelenggarakan kegiatan peningkatan kapasitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) dalam rangka penguatan sistem pengawasan obat dan makanan di Palestina. Kegiatan pelatihan yang dilakukan secara daring selama tiga hari (20-22 September 2022) ini merupakan bagian dari program Kerja Sama Selatan-Selatan antara Indonesia dan Palestina. Pelatihan diikuti oleh sekitar 40 peserta dari Palestina yang dibagi menjadi empat ruang kelas virtual secara tematik yang membahas mengenai topik obat; laboratorium; obat tradisional, suplemen, dan kosmetika; serta keamanan pangan. 


Hadir secara daring pada pembukaan kegiatan pelatihan pada Selasa (20/09/2022) adalah Duta Besar Indonesia untuk Yordania, Ade Padmo Sarwono, dan Direktur Umum Kefarmasian Kementerian Kesehatan Palestina, Tahani Fattouh, serta perwakilan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor, Togi Junice Hutadjulu hadir mewakili dan membacakan sambutan dari Kepala BPOM RI, sekaligus membuka rangkaian acara.


“Merupakan suatu kehormatan untuk memenuhi salah satu komitmen dan solidaritas luar biasa Pemerintah Indonesia untuk Palestina, yang diamanatkan oleh seruan Presiden Joko Widodo untuk memberikan bantuan teknis yang nyata,” ujar Togi J. Hutadjulu membacakan sambutan Kepala BPOM.


Ia juga menyampaikan bahwa menjadi kehormatan bagi BPOM untuk membantu Kementerian Kesehatan Palestina dalam peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM-nya dalam memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan di Palestina.


“Ini adalah momen yang luar biasa bagi BPOM untuk melanjutkan komitmen dalam memberikan bantuan teknis kepada Palestina terkait dengan pembentukan Otoritas Obat dan Makanan Palestina yang independen,” tambahnya.


Sejak 2018, BPOM telah memulai perjalanan kerja sama dalam kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan. Hingga pada tahun 2022 sekarang, peningkatan kapasitas akan berfokus bagi regulator Palestina untuk memenuhi pengetahuan yang diperlukan dan implementasinya, termasuk inovasi dalam mendukung fungsi regulasi. BPOM akan menyampaikan beberapa inovasi dan praktik terbaik digitalisasi yang telah dilakukan di Indonesia pada bidang pengawasan obat dan makanan, seperti e-sertifikasi dalam perizinan ekspor-impor dan fasilitas produksi pangan dan notifikasi kosmetika. (HM-Hendriq)


Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana