Sehari usai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2016 di Mataram, Kepala Badan POM, Roy Sparringa menandatangani Nota Kesepahaman dengan Ketua Umum Pusat Persaudaraan Muslimah (PP Salimah), Siti Faizah di Jakarta, 5 Maret 2016. Acara yang diadakan bertepatan dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PP Salimah tersebut dihadiri juga oleh Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Hidayat Nur Wahid, Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan Badan POM, Halim Nababan, dan sekitar 150 Pengurus Wilayah PP Salimah yang tersebar di 33 provinsi di seluruh Indonesia.
Kerja sama lintas sektor ini merupakan bagian dari upaya implementasi nyata tema Rakernas Badan POM yaitu “Sinergitas Kemitraan Pengawasan Obat dan Makanan untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Sehat Manusia Indonesia dan Daya Saing Bangsa”. Badan POM menyadari dukungan semua pihak baik pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat penting untuk mengoptimalkan pengawasan Obat dan Makanan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Terlebih saat ini telah diberlakukan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), dimana persaingan di berbagai sektor strategis termasuk Obat dan Makanan kian kompetitif.
Dalam sambutannya Roy meyakini PP Salimah akan tumbuh dan berkembang dengan berbagai program ekonomi yang dicanangkan melalui Gerakan Ekonomi Nasional. Untuk itu, Badan POM siap bermitra dengan PP Salimah guna mengawal produk pangan yang dihasilkan oleh kelompok usaha dari anggota PP Salimah. Upaya yang dilakukan salah satunya dengan melakukan bimbingan teknis untuk membentuk internal auditor dan kader keamanan pangan guna mengawasi produk yang dihasilkan aman dan berkualitas, sehingga dapat memperoleh nomor izin edar MD. “Jaminan produk pangan MD dapat masuk ke gerai modern dan menembus pasar global,” tekan Roy.
Roy juga menghimbau para pelaku usaha agar dapat memanfaatkan Balai Besar/ Balai POM di seluruh Indonesia. Menurutnya PP Salimah bisa menjadi agent of change untuk mengembangkan ekonomi keluarga. Pemberdayaan kaum perempuan melalui organisasi massa dinilai dapat memperkuat kerangka tujuan global Sustainable Development Goals (SDGs) terutama mengurangi kemiskinan, mewujudkan ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, kesetaraan gender, dan peningkatan perekonomian. “Tujuannya untuk mempercepat pembangunan manusia Indonesia seutuhnya,” tutupnya.
Sementara itu, Siti Faizah mengatakan PP Salimah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga Indonesia dengan menggelar Rakornas bertema “Membangun Peluang Usaha dalam Mengokohkan Ekonomi Keluarga”. Kiprah PP Salimah di bidang ekonomi saat ini dibuktikan dengan telah memiliki badan usaha yang menjual produk pangan olahan frozen. Oleh karena itu, menurutnya kerja sama antara Badan POM sangat positif dan membanggakan karena akan sangat besar manfaatnya. “Kami membutuhkan pendampingan dari Badan POM untuk peningkatan kualitas produk,” ucapnya.
Pada sesi selanjutnya diadakan dialog “Pendampingan Kualitas Produk untuk Peningkatan Usaha”. Bertindak sebagai narasumber perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Badan POM. Halim Nababan dalam paparannya menjelaskan seputar pangan olahan yang terdaftar sebagai MD. Saat tanya jawab, diantara peserta mengeluhkan kendala persyaratan dan biaya untuk mengurus pendaftaran MD. Menanggapi hal itu, Halim mengatakan persyaratan dan biaya pendaftaran pangan olahan sudah ditetapkan dalam peraturan. Menurutnya biaya pendaftaran untuk UMKM relatif terjangkau. Masyarakat diminta jangan khawatir karena Badan POM akan melakukan pendampingan mulai dari bimbingan teknis sampai mendapat MD. (HM-Fathan)
Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
