BPOM Gelar Program Learning Visit untuk Otoritas Obat dan Makanan Nepal

23-08-2022 Kerjasama dan Humas Dilihat 1320 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

JakartaBPOM menerima kunjungan dari Department of Drug Administration (DDA), National Medicines Regulatory Authority Of Nepal (NMRA Nepal) pada hari Senin (22/08/2022). Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangkaian program learning visit ke BPOM sebagai otoritas yang membuat kebijakan di bidang pengawasan obat dan makanan di Indonesia dan berlangsung selama enam hari ke depan. 

Program learning visit ini secara spesifik memperkenalkan pada DDA Nepal tentang tugas dan fungsi National Authority Regulatory (NRA) untuk mencapai maturity level. BPOM menjadi lokasi yang tepat untuk program learning visit ini dengan pertimbangan bahwa BPOM telah mendapatkan pengakuan dalam WHO Benchmarking Tool dengan maturity level 3 dari 4 untuk semua fungsi, yaitu Marketing Authorization, Vigilance, Lab access, dan Lot release functions. BPOM juga masuk dalam WHO Listed Authority (WLA), setara dengan the Stringent Regulatory Authority (SRA).

Plh. Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif, Togi Junice Hutadjulu saat membuka kegiatan hari ini menyampaikan bahwa BPOM juga telah mendapatkan pengakuan global. Salah satunya melalui keikutsertaan BPOM sebagai anggota dari Pharmaceutical Inspection Convention and Pharmaceutical Inspection Co-operation Scheme (PIC/S) sejak tahun 2012 bersama dengan 54 otoritas lain di seluruh dunia.

Dalam pertemuan ini, Chief Drug Administrator DDA Nepal, Narayan Prasad Dhakal, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan yang telah diberikan bagi timnya untuk mengikuti learning visit di BPOM. “Sebuah kehormatan bagi kami bisa mengikuti program learning visit di BPOM dan harapannya, BPOM dan DDA Nepal bisa berkolaborasi di masa depan. Saat ini, BPOM dan DDA Nepal juga sedang membahas terkait MoU kerja sama kedua institusi,” tukasnya.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke beberapa lokasi di BPOM, yaitu BPOM Operational Center (BOC), Gedung Pelayanan Publik, dan laboratorium pengujian di Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (P3OMN). Berlanjut dengan sesi paparan materi dari masing-masing pihak terkait dengan tugas dan fungsi BPOM dan DDA Nepal. 

Pada hari kedua, Narayan Prasad Dhakal bersama dengan Pharmacy Officer DDA Nepal bertemu dan berdiskusi secara langsung dengan Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito. Dalam pertemuan tersebut, Penny K. Lukito kembali menyinggung terkait komitmennya bersama BPOM dalam membangun NRA melalui kerangka kerja sama selatan-selatan ke beberapa negara yang tergabung dalam South East Asia Regulatory Network, termasuk Nepal. 

Komitmen tersebut mendapat respons positif dari pihak DDA Nepal. Narayan Prasad Dhakal menyebut bahwa mereka akan fokus dan berkomitmen pada isu-isu yang dapat diselesaikan dengan berkaca pada pengalaman kepemimpinan Kepala BPOM. “Semoga kerja sama yang menguntungkan kedua belah pihak dapat terjalin, serta dapat diterapkan pada DDA di Nepal,” ujarnya. 

Rangkaian kegiatan di hari berikutnya akan diisi dengan paparan materi dan diskusi antara kedua belah pihak terkait sistem registrasi dan pengawasan untuk komoditi obat, narkotika, psikotropika, prekursor, dan zat adiktif serta obat tradisional. Kegiatan di hari keenam akan ditutup dengan kunjungan tim DDA Nepal ke sarana produksi farmasi. (HM-Khairul/Rizky)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat


Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana