Jakarta - BPOM berpartisipasi dalam kegiatan Pawai Budaya Reog Ponorogo dalam rangka pengusulan Reog Ponorogo menjadi warisan budaya tak benda (WBTB) UNESCO, Minggu (27/08/2023). BPOM semarakkan kegiatan pawai budaya dengan ikut menghadirkan 50 orang peserta dari komunitas jamu gendong binaan BPOM. Kegiatan pawai ini diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
Kegiatan pawai budaya melibatkan beberapa kementerian/lembaga selain BPOM serta beberapa pemerintah daerah, antara lain Perpustakaan Nasional; Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek); Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif; Kementerian Luar Negeri; Kepolisian Negara RI; Pemerintah Provinsi DKI Jakarta; dan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.
Menteri Koordinator PMK (Menko PMK), Muhadjir Effendy menyebut kegiatan pawai ini untuk menunjukkan kesungguhan Indonesia bahwa Reog Ponorogo layak untuk diakui dunia. Bahkan, Paguyuban Reog Ponorogo dapat ditemui di negara-negara ASEAN lainnya, seperti Malaysia, Thailand, Filipina, hingga Singapura.
“Reog sekarang telah mendunia, oleh karena itu sekarang kita upayakan untuk mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia tepatnya dari kota/kabupaten Ponorogo,” ujar Menko PMK. Terkait waktu penetapan, Direktur Jenderal Kebudayaan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hilmar Farid, menyebut bahwa seni Reog Ponorogo akan resmi menjadi warisan budaya tak benda melalui sidang UNESCO pada Desember 2024 mendatang.
Sementara itu, kehadiran komunitas jamu gendong binaan BPOM dalam pawai ini juga merupakan bagian dukungan pendaftaran Jamu sebagai Warisan Budaya Tak Benda ke UNESCO. Untuk itu, salah satu rangkaian kegiatan dalam pawai budaya ini adalah Gerakan Minum Jamu Bersama dalam rangka mempromosikan budaya minum jamu yang dipimpin oleh Sekretaris Utama BPOM, Rita Mahyona. Selain itu, BPOM membuka booth dalam rangka mengedukasi masyarakat terkait kekayaan obat tradisional dan jamu yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sebagai salah satu warisan budaya dan kekayaan Indonesia, BPOM terus mendukung peningkatan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) jamu melalui Program Orang Tua Angkat Jamu. Program yang telah berjalan sejak 2018 ini mendampingi UMKM jamu dalam bentuk sharing knowledge pemenuhan persyaratan aspek cara pembuatan obat tradisional yang baik (CPOTB), pemilihan bahan baku, teknologi produksi, marketing digital hingga tips menembus pasar ekspor. (HM-Maulvi)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
