BPOM Kawal keamanan Pangan KTT G20

18-11-2022 Kerjasama dan Humas Dilihat 1092 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Denpasar – “BPOM mendapat amanah tugas mulia untuk bangsa dan negara, yaitu untuk mengawal tamu negara melalui penugasan Tim Food Security. Tugas ini harus kita lakukan dengan sebaik-baiknya”. Demikian ucap Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito dalam arahannya setelah secara resmi menugaskan Tim Food Inspector dan Tim Food Security BPOM untuk ikut mengawal keamanan pangan pada perhelatan besar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Nusa Dua, Bali pada Senin (14/11/2022).

 

BPOM mendukung penuh pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia sejak rangkaian awal kegiatan hingga puncaknya pada KTT G20 pada 15-16 November 2022. Dukungan yang diberikan BPOM sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, yaitu BPOM melaksanakan pengawasan keamanan dan mutu pangan olahan, termasuk mengawal keamanan pangan (food security) untuk Presiden, Wakil Presiden, dan tamu negara.

 

Pada pelaksanaan food security selama gelaran puncak KTT G20, dilakukan pengujian terhadap 2.672 sampel makanan dan minuman. Bentuk pengawalan keamanan pangan yang dilakukan pada puncak KTT G20 berupa kitchen inspection serta sampling dan pengujian pangan olahan yang disajikan untuk Kepala Negara/Kepala Pemerintahan dan Tamu Negara yang hadir di Bali. Tim Food Security BPOM tersebar di seluruh lokasi KTT, yaitu di 4 lokasi utama (Hotel Apurva Kempinski, Sofitel Resort, Garuda Wisnu Kencana, dan Taman Hutan Raya) dan 18 hotel lainnya yang digunakan sebagai penginapan tamu negara, serta titik kedatangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

 

Zero tolerance ditetapkan sebagai kebijakan pengawalan keamanan pangan bagi Kepala Negara/Kepala Pemerintahan. Pangan yang disajikan bagi orang nomor satu dari tiap negara tamu tersebut harus sangat aman. Sajian yang dihidangkan dalam seluruh event yang melibatkan tamu negara tersebut tidak boleh terdeteksi mengandung zat cemaran/risiko apapun, baik berupa risiko kimia maupun mikrobiologi.

 

Pengawalan keamanan pangan sangat penting untuk mencegah timbulnya penyakit akibat pangan, baik yang disebabkan oleh kontaminan maupun adanya unsur kesengajaan, yang dapat menghambat suksesnya pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia dan berdampak terhadap reputasi bangsa. Untuk itu, sejak awal rangkaian kegiatan G20, BPOM telah menugaskan sebanyak 120 orang Food Inspector dan 70 orang anggota Tim Food Security dalam melakukan pengawalan keamanan pangan sepanjang rangkaian acara G20 di berbagai daerah.

 

Pengawalan keamanan pangan dilakukan terhadap sajian Kepala Negara/Kepala Pemerintahan dan sajian untuk Menteri dalam 18 pertemuan tingkat Menteri. Pengawalan pangan yang dilakukan termasuk pengawalan terhadap keamanan produk pangan Indonesia yang diberikan sebagai souvenir bagi tamu G20 maupun yang dipamerkan pada berbagai acara penting G20.

 

Pelaku usaha di sarana peredaran pangan dalam radius lokasi acara dan tempat wisata di Bali juga telah menerapkan Sistem Manajemen Keamanan Pangan Olahan (SMKPO). Sekitar 142 retail pangan modern dan pasar tradisional di wilayah Kabupaten Badung (termasuk Kawasan Nusa Dua) dan Kota Denpasar diberikan stiker SMKPO oleh petugas BPOM. Stikerisasi tersebut merupakan simbolisasi pengawalan keamanan dan mutu pangan, serta menjaring komitmen pelaku retail pangan dalam menyediakan produk sesuai standar keamanan pangan.

 

Kepala BPOM menyampaikan apresiasi untuk seluruh tim yang telah bertugas dalam rangkaian kegiatan Nasional Pelaksanaan KTT G20 Tahun 2022. Pengawalan keamanan pangan bagi Presiden, Wakil Presiden, dan seluruh tamu negara telah berhasil dilaksanakan dengan sangat baik dan lancar.  (Dit. Pengawasan Peredaran Pangan Olahan)

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana