Medan – Dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Medan, Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito beserta jajaran menyambangi Pusat Penelitian Kelapa Sawit pada hari Kamis (18/08/2022). Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau kesiapan penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) agar PPKS dapat mandiri dan mampu menghasilkan produk pangan olahan yang memenuhi persyaratan.
Hal ini sesuai dengan arahan Presiden RI yang telah menyetujui program pembangunan Minyak Makan Merah (3M) berbasis koperasi guna memenuhi kebutuhan minyak kelapa sawit bagi rakyat. “Sesuai hasil Rapat Terbatas tentang Pengelolaan Produk Turunan Kepala Sawit 18 Juli 2022, Presiden RI menyetujui program pembangunan 3M sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan minyak kelapa sawit bagi rakyat.
Kunjungan Kepala BPOM diterima langsung oleh Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Edwin Syahputra Lubis; Ketua Tim Riset Minyak Makan Merah, Frisda Rimbun Panjaitan; Direktur Produksi dan Pengembangan PT Perkebunan Nusantara (PTPN), Mahmudi; beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumatera Utara yang terkait. Dalam kunjungan ini, Kepala BPOM melihat langsung produk 3M dan mendapatkan penjelasan mengenai proses penelitian dan hilirisasi 3M yang dilakukan oleh PPKS.
Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Edwin Syahputra Lubis menyampaikan 3M menjadi salah satu inovasi PPKS, yaitu minyak untuk konsumsi yang memiliki kandungan mikronutrien yang diperlukan tubuh. Kandungan tersebut diharapkan dapat menjaga kesehatan, metabolisme, dan daya tahan tubuh, terutama pada pasien COVID-19. Juga digunakan sebagai salah satu upaya pencegahan stunting pada anak.
“Minyak ini sebenarnya sama dengan minyak goreng biasa yang berwarna orens, namun warna 3M menjadi merah karena kami masih pertahankan kandungan fitonutrien di dalamnya, yaitu karoten, squalene, dan vitamin E,” papar Kepala PPKS. “Diharapkan 3M ini bisa fungsional, tidak dibatasi hanya untuk menggoreng, tetapi juga dapat langsung diasup dan selanjutnya diubah menjadi bahan nutrisi di dalam tubuh, sekalipun sudah terpapar oleh suhu panas,” lanjutnya.
Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN, Mahmudi menjelaskan peran PTPN dalam proses hilirisasi produk kelapa sawit ini. Menurutnya, PTPN ditugaskan untuk menyiapkan tiga pabrik untuk pilot project kelapa sawit. Dalam hal ini, PTPN berperan dalam memberikan support dari sisi kemudahan penggunaan energi dan pemanfaatan lahan. “Targetnya di bulan Oktober kami coba siapkan pabrik tersebut,” ujarnya.
Terkait dengan proses penelitian dan hilirisasi produk kelapa sawit ini, BPOM berkomitmen untuk memberikan pengawalan dalam hal penerapan CPPOB dalam produksi 3M. Penerapan CPPOB ini sebagai realisasi sistem manajemen keamanan pangan pada industri 3M guna mendukung ketersediaan produk 3M bagi masyarakat.
“Ini akan menjadi satu lagi produk hasil penelitian pangan yang akan dihilirisasi dan akan menjadi kebanggaan kita bersama. Untuk itu, harus kita jaga bersama kualitas produk 3M ini. Dan pengembangan ini akan menjadi bagian dari kebanggaan kami sebagai pihak yang mengawal perjalanan proses penelitiannya,” tukas Kepala BPOM.
“BPOM akan mengawal kualitas dan keamanan 3M hingga sampai ke konsumen. Produk 3M merupakan inovasi minyak goreng sawit kaya vitamin A yang potensial menjadi pangan fungsional untuk membantu pencegahan stunting. Harapannya, Good Manufacturing Process (GMP) dapat segera didesain,” tambahnya lagi.
Kepala BPOM juga menyampaikan harapan agar PPKS dapat terus melakukan inovasi produk dan memenuhi aspek CPPOB secara menyeluruh. Selain itu, juga terus mengimplementasikan sistem jaminan keamanan pangan secara konsisten guna menghasilkan produk pangan yang aman, bermutu, dan berdaya saing.
Menutup acara tersebut, Kepala BPOM secara langsung menyerahkan surat dukungan kepada Kepala PPKS untuk pengembangan proyek 3M yang tengah dilakukan. Selanjutnya, Kepala BPOM juga berkesempatan untuk mencicipi hasil olahan pangan yang diproses dengan menggunakan 3M. (HM-Grace)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
