Tangerang Selatan – BPOM turut menghadiri Pembukaan Pameran Hari Kesehatan Nasional ke-58 pada Kamis (03/11/2022). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 tersebut mengusung tema “Bangga Produk Inovasi dan Teknologi Kesehatan Dalam Negeri untuk Mendukung Transformasi Sistem Kesehatan”.
Kegiatan yang akan berlangsung selama 3 hari ke depan ini dibuka oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. Pameran diikuti oleh 490 Industri Farmasi dan Alat Kesehatan, serta beberapa Instansi dalam bidang kesehatan. Termasuk di antaranya adalah BPOM yang membuka booth untuk memberikan berbagai informasi publik dan pelaporan atau sarana untuk Pengaduan Masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, BPOM yang diwakili oleh Plh. Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif, Elin Herlina menyerahkan Surat Persetujuan Perubahan Bahan Baku (Variasi Registrasi) kepada dua industri farmasi yang telah berhasil melakukan change source bahan baku obat impor menjadi bahan baku obat produksi dalam negeri, yaitu PT Hexpharm Jaya dan PT Dexa Medica. Penyerahan tersebut disaksikan juga oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin dalam sambutannya berharap akan semakin banyak industri farmasi yang dapat memproduksi produk farmasi dan alat kesehatan di dalam negeri serta lebih banyak tenaga kerja yang berkompeten untuk mendukung industri ini dengan tujuan agar Masyarakat Indonesia lebih mudah mendapatkan fasilitas kesehatan.
Kementerian Kesehatan juga memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang mendukung dalam penanganan COVID-19 di Indonesia. Penghargaan yang diberikan, antara lain untuk Kategori Produsen Vaksin COVID-19 Dalam Negeri Platform Inactivated Pertama kepada PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia; Kategori Produsen Vaksin COVID-19 Dalam Negeri Platform Protein Subunit Pertama PT Bio Farma, serta Perguruan Tinggi penggagas inovasi ventilator pertama di Indonesia dalam penanganan pandemi COVID-19, yaitu Institut Teknologi Bandung. (HM – Rasyad)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
