BPOM Targetkan Penerbitan Sertifikat CPOB Pabrik Radioisotop pada Desember 2024

16-10-2024 Umum Dilihat 936 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin didampingi Kepala BPOM Taruna Ikrar, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan L. Rizka Andalusia, dan Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk. Irawati Setiady meresmikan Fasilitas Produksi Radioisotop Site Jakarta PT Kalbe Farma, Selasa (15/10/2024). Melalui anak perusahaannya, PT Global Onkolab Farma, Kalbe Farma berupaya mengakselerasi penyediaan fasilitas produksi radioisotop dan radiofarmaka yang tahapan awalnya dilakukan melalui peresmian hari ini.

Kepala BPOM dalam sambutannya menyebutkan kanker merupakan penyebab kematian kedua tertinggi di dunia. Sekitar 70% kematian tersebut terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk Indonesia. “Data di seluruh dunia ada sekitar 25 juta orang meninggal setiap tahun, khusus di Indonesia sekitar 243 ribu,” ungkap Taruna Ikrar. 

Taruna Ikrar menegaskan kita tidak pernah menyerah untuk melawan kanker. “PT Global Onkologi Farma ini merupakan salah satu percontohan bagi kita untuk bagaimana memproduksi radioisotop atau radiofarmaka,” tutur Kepala BPOM. “Jika ini bisa berkembang lebih besar, maka sebagian persoalan dari bangsa kita dan bisa jadi berkontribusi terhadap persoalan global, untuk menyelesaikan,” lanjutnya. 

Kepala BPOM menjelaskan memang ada banyak alternatif untuk menyembuhkan kanker, seperti kemoterapi, namun belum memberikan hasil yang menggembirakan. Diharapkan terapi radiofarmaka menjadi pendekatan terapeutik baru yang inovatif dalam mengobati penyakit kanker.

BPOM berupaya meningkatkan akses pengobatan inovatif bagi penderita kanker. Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, terdapat 6 calon fasilitas produksi radiofarmaka bersumber siklotron yang sedang dalam proses pembangunan. Salah satunya adalah site milik Kalbe Farma ini. Site ini diharapkan menjadi fasilitas kedua di Indonesia yang memproduksi radiofarmaka sesuai dengan standar cara produksi obat yang baik (CPOB). Saat ini, hanya fasilitas produksi radiofarmaka Rumah Sakit Kanker Dharmais yang telah tersertifikasi CPOB.

Menteri Kesehatan menyambut baik peresmian pabrik radioisotop ini. Budi Gunadi Sadikin mengingatkan perlunya sinergi dari semua regulasi dan pihak yang berkepentingan duduk bersama untuk pengembangan terapi radioisotop dan radiofarmaka ini. Terlebih saat ini pemeriksaan dengan pemindaian tomografi emosi positron (PET-scan) untuk deteksi dini kanker yang hanya tersedia di 3 rumah sakit dan semuanya ada di Jakarta. Jauh berbeda dengan Singapura yang memiliki 17 fasilitas kesehatan dan Malaysia dengan 20 fasilitas kesehatan. Hal ini menyebabkan pasien memilih keluar negeri karena antrian PET-scan yang lama.

Irawati Setiady juga berharap produksi radioisotop Kalbe Farma nantinya dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah sakit dan menjangkau lebih banyak pasien kanker. Dalam produksi radioisotop ini, Kalbe Farma bekerja sama dengan GE Healthcare.

BPOM akan terus mendukung dan membantu secara maksimal sesuai dengan kewenangan. Kepala BPOM menargetkan sertifikat CPOB untuk pabrik radioisotop ini dapat diterbitkan pada Desember 2024. Mari kita terus berkolaborasi dalam upaya meningkatkan kemandirian farmasi untuk mewujudkan ketahanan kesehatan nasional menuju Indonesia Emas 2045. (HM-Nelly) 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana