Jakarta – “Kegiatan orientasi ini diharapkan dapat menjadi wadah penguatan karakter, meningkatkan kerja sama dan koordinasi, serta menambah wawasan yang lebih luas di bidang Kepramukaan bagi Calon Majelis Pembimbing, Calon Pimpinan, Calon Pamong dan Calon Instruktur SAKA Rintisan POM beserta dengan perangkatnya,” kalimat berikut yang di sampaikan Sekretaris Utama BPOM, Rita Mahyona saat memberikan arahannya pada pembukaan kegiatan Orientasi Kepramukaan SAKA Rintisan POM, Kamis (12/10/2023).
Gerakan Pramuka adalah mitra strategis BPOM untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan. Untuk itu BPOM terus berkoordinasi dengan Kwartir Nasional (kwarnas) Gerakan Pramuka dalam pemberdayaan di bidang keamanan serta mutu obat dan makanan. Kegiatan orientasi kepramukaan pada hari ini merupakan salah satunya. BPOM mengapresiasi dukungan Kwarnas dan Pusdiklatnas untuk pengembangan SAKA Rintisan POM (Pengawasan Obat dan Makanan) menjadi SAKA Nasional agar pembinaan bidang pengawasan obat dan makanan kepada Pramuka Penegak Pandega dapat menjangkau ke seluruh Indonesia.
Kegiatan yang diadakan di Auditorium Gedung Merah Putih BPOM ini, diikuti oleh 333 orang terdiri dari 100 orang peserta luring dan 233 orang peserta daring. Para peserta tersebut yaitu seluruh pejabat pimpinan tinggi madya dan pimpinan tinggi pratama di lingkungan BPOM Pusat, Kepala Balai Besar/Balai/Loka POM di seluruh Indonesia, perwakilan calon instruktur dan calon pamong saka di unit pusat, serta perwakilan calon instruktur dan calon pamong saka di Balai Besar/Balai/Loka POM di Seluruh Indonesia.
Dalam laporan ketua panitia penyelenggaraan orientasi, Kepala Pusat Pengembangan Sumber daya Manusia Pengawasan Obat dan Makanan, Syamsidar Thamrin menyampaikan bahwa metode pelatihan yang akan diberikan pada orientasi menggunakan metode blended learning yaitu secara luring dan daring.
”Bagi peserta hadir secara luring akan mendapatkan sertifikat dan peserta hadir daring akan mendapatkan e-sertifikat dari Kwarnas,” jelasnya.
Para peserta orientasi akan dibekali dengan materi terkait fundamental gerakan pramuka oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka Tingkat Nasional (Pusdiklatnas) Kwarnas Gerakan Pramuka, Yana Suptiana. Lalu materi pengalaman prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan oleh pelatih Pusdiklatnas, M. Iqbal. Selanjutnya pemberian materi peran tugas dan fungsi anggota dewasa gerakan pramuka oleh pelatih Pusdiklatnas, Septembri Yanti, dan yang terakhir terkait kebijakan Kwarnas gerakan spiritual, emosional, intelektual, fisik, dan sosial (SESOSIF) dan pembinaan SAKA pramuka oleh Wakil Ketua Kwarnas, Sigit Muryono.
Selanjutnya, Rita Mahyona menjelaskan bahwa pelatihan orientasi kepramukaan SAKA Rintisan POM Tahun 2023 ini diselenggarakan dalam rangka pemenuhan persyaratan pengesahan SAKA Rintisan POM menjadi SAKA Nasional. SAKA Rintisan POM telah diakui oleh Kwarnas Gerakan Pramuka dan akan disahkan menjadi SAKA Nasional pada Musyawarah Nasional (Munas) Gerakan Pramuka tahun ini dengan terpenuhinya 30% target SAKA POM hadir di tingkat Kwarda dan Kwarcab.
Pada akhir arahannya, Rita Mahyona menjelaskan semoga kolaborasi baik yang sudah dimulai antara BPOM dan Pramuka dapat terus diperluas guna mewujudkan pengawasan obat dan makanan yang semakin efektif. ”Salam Pramuka,” tutupnya. (HM-Rahman)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
