BPOM Tegaskan Komitmen Penguatan Kerja Sama pada Asia Pacific Regional Chapter Meeting

10-05-2025 Kerjasama dan Humas Dilihat 296 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Maryland, USA – BPOM menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat sistem regulasi obat dan makanan melalui kerja sama strategis dengan United States Pharmacopeia (USP) di forum Asia Pasifik. Hal ini disampaikan dalam Pertemuan Regional Chapter Asia Pasifik (APAC) yang berlangsung di Bethesda, Maryland, USA, Kamis (8/5/2025). Hadir pada pertemuan ini Delegasi Republik Indonesia (DELRI), mewakili Kepala BPOM Taruna Ikrar, yaitu Direktur Standardisasi Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor & Zat Adiktif BPOM Tri Asti Isnarini dan Perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI Elza Gustanti.

Perwakilan BPOM menyampaikan apresiasi atas kemitraan jangka panjang antara BPOM dan USP yang dinilai sangat berkontribusi dalam peningkatan kapasitas ilmiah dan sistem regulasi di Indonesia. “USP telah menjadi mitra strategis kami dalam memperkuat sistem pengawasan dan meningkatkan kompetensi regulator, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kawasan,” ungkap perwakilan BPOM di hadapan para pemimpin lembaga regulatori dari negara-negara Asia Pasifik.

BPOM menyoroti sejumlah inisiatif positif dari USP, termasuk akses gratis ke seminar, webinar, dan USP Online National Formulary (USP-NF) yang dinilai memperkuat pengetahuan teknis dan referensi standar bagi para regulator Indonesia. Selain itu, BPOM juga aktif mendorong delapan pejabatnya untuk menjadi relawan ahli dalam komunitas USP sebagai bentuk kontribusi nyata dalam diskusi regulasi global.

Dalam pertemuan tersebut, BPOM juga menyampaikan sejumlah tantangan utama yang dihadapi regulator di kawasan Asia Pasifik, termasuk ketersediaan bahan acuan yang terjangkau, ketimpangan infrastruktur laboratorium, serta perlunya platform kolaborasi regional yang lebih kuat. “Kami mendukung penuh pembentukan APAC Lab Connect sebagai wadah kerja sama ilmiah antar-laboratorium untuk memperkuat harmonisasi dan konvergensi regulasi,” tambahnya.

Sebelumnya pada Senin (5/5/2025), Kepala BPOM bersama peserta lainnya meninjau Laboratorium USP dalam agenda  APAC Regional Chapter RS Laboratorium Tour. “Kami telah melihat laboratorium USP yang mutakhir, dan kami sangat terkesan dengan kapabilitas serta inovasi mereka,” jelas Kepala BPOM saat kunjungan.

Laboratorium USP berperan penting dalam menetapkan dan memverifikasi standar kualitas obat, bahan makanan, dan suplemen makanan di Amerika Serikat. USP menyediakan baku pembanding (reference standard) resmi yang digunakan oleh laboratorium untuk menguji dan memastikan kualitas produk.

BPOM juga mengajukan permintaan dukungan teknis dari USP untuk mendukung digitalisasi dan modernisasi jaringan laboratorium di Indonesia, demi meningkatkan responsivitas dan konektivitas dalam sistem pengawasan. Hal tersebut dimaksudkan agar jaringan laboratorium di Indonesia dapat menjadi lebih gesit, terhubung, dan responsif terhadap kebutuhan regulatori.

Dalam forum ini BPOM menegaskan kesiapan Indonesia untuk terus melanjutkan implementasi Nota Kesepahaman (MoU) dengan USP melalui program-program konkret dan terukur. Pertemuan APAC Regional Chapter kali ini juga dihadiri oleh SVP USP Amanda Cowley, serta Ketua Regional Chapter APAC John Lim, yang semuanya memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan kolaborasi antar-lembaga regulator di kawasan. (HM-Hendriq)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana