BPOM Terus Perbesar Akses Obat Inovatif Untuk Masyarakat Indonesia

07-05-2025 Kerjasama dan Humas Dilihat 468 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Maryland, USA – BPOM terus memperluas kolaborasi untuk mempercepat akses masyarakat Indonesia terhadap produk terapi inovatif. Selasa (6/5/2025), Kepala BPOM Taruna Ikrar bertemu dengan dua perusahaan besar di industri farmasi dan bioteknologi, Aurobindo Pharma dan Kalbe Genexine Biologics di sela-sela acara USP Convention Meeting 2025 di Bethesda, Maryland, USA. Pertemuan ini mencerminkan komitmen BPOM dalam mendukung peningkatan kualitas dan ketersediaan produk kesehatan yang dapat memberi manfaat besar bagi masyarakat Indonesia. 

Pada pertemuan pertama, Kepala BPOM berdialog dengan CEO Aurobindo Pharma Swami Sambamurty Iyer dan Presiden Acrotech Biopharma Ashish Anvekar. Kedua industri farmasi ini merupakan produsen obat, bahan obat, dan sediaan steril dalam bentuk injeksi serta memproduksi obat inovatif untuk kanker.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Taruna Ikrar menyampaikan pentingnya kolaborasi dengan perusahaan global untuk mempercepat akses  obat-obatan inovatif bagi masyarakat Indonesia. “Kami melihat potensi besar untuk berkolaborasi dengan Aurobindo Pharma dalam berbagai bidang,” ujar Kepala BPOM.

Aurobindo Pharma yang memiliki banyak fasilitas produksi bersertifikasi internasional dan telah mendapat persetujuan dari lembaga pengawas ternama seperti US FDA, UK MHRA, dan PMDA Jepang, menyambut baik peluang kemitraan ini. BPOM mengapresiasi kemampuan Aurobindo dalam penyiapan dokumen pendukung untuk registrasi global, seperti Drug Master Files (DMFs) dan Abbreviated New Drug Applications (ANDAs), yang dapat mempercepat proses registrasi produk obat di Indonesia. Aurobindo Pharma menegaskan komitmennya untuk menyediakan obat-obatan berkualitas serta mendukung sistem kesehatan masyarakat.

Selanjutnya, pertemuan dilanjutkan dengan Kalbe Genexine Biologics (KGBio) yang merupakan perusahaan bioteknologi hasil kerja sama antara PT Kalbe Farma Tbk (Indonesia) dan Genexine Inc. (Korea Selatan). KGBio berfokus pada pengembangan dan komersialisasi produk biologis inovatif, terutama di bidang onkologi dan terapi khusus lainnya, untuk pasar di luar Amerika Serikat, Kanada, Eropa Barat, dan Tiongkok.

Dalam diskusi dengan Chief Scientific Officer KGBio Yulius Setiady, Kepala BPOM menekankan pentingnya kolaborasi antara BPOM dan KGBio untuk mempercepat persetujuan regulasi produk biologis dan biosimilar yang telah berkembang pesat. BPOM berharap dapat mempercepat akses masyarakat Indonesia terhadap produk terapi inovatif dalam bidang onkologi dan hematologi yang dapat menyelamatkan nyawa pasien. “Kami sangat tertarik dengan kontribusi Kalbe Genexine Biologics dalam pengembangan biosimilar dan terapi biologis,” jelas Taruna Ikrar.

Dengan komitmen bersama untuk mendukung inovasi dan mempercepat akses terhadap terapi advanced, BPOM optimis bahwa kemitraan ini akan memberikan dampak positif bagi sistem kesehatan Indonesia dan masyarakat luas. “Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan mempercepat pengembangan dan distribusi produk inovatif di Indonesia, serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ujar Taruna Ikrar. Ia menambahkan dialog yang dilakukan hari ini dapat menjadi alternatif langkah untuk menyediakan obat yang aman, efektif, dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia. (HM-Hendriq)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana