Makassar – Saat ini paradigma cantik di Indonesia masih sangat lekat bahwa cantik itu putih. Masyarakat Indonesia berlomba-lomba memilih produk kosmetika yang mampu membuat kulit menjadi lebih putih secara instan. Faktor warna kulit menjadi satu hal yang penting untuk dibanggakan oleh masyarakat dari berbagai kalangan usia, terutama generasi milenial, baik perempuan maupun laki-laki. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk berlomba-lomba dalam memproduksi/mengedarkan produk kosmetika yang dapat memberikan efek putih. Namun, oknum yang tidak bertanggung jawab juga dapat memanfaatkan kondisi ini untuk memproduksi/mengedarkan kosmetika yang mengandung bahan dilarang/berbahaya dalam hal ini merkuri yang dapat memberikan efek putih secara instan.
Badan POM kembali hadir untuk memberikan edukasi kepada masyarakat secara berksinambungan melalui Webinar Series : STOP Kosmetika BerMerkuri! dengan mengusung tema kali ini, yaitu Cantik Sehat Tanpa Merkuri. Acara ini diadakan dengan melibatkan praktisi kesehatan, lintas sektor terkait, asosiasi dan komunitas, para pelajar dan mahasiswa sebagai perwakilan generasi milenial, pelaku usaha di bidang kosmetika, dan tentunya public figure Puteri Indonesia Sulawesi Selatan Tahun 2022 yang dilaksanakan secara hybrid di kota Makassar. Kegiatan ini difokuskan agar para wanita Indonesia khususnya di wilayah provinsi Sulawesi Selatan lebih memilih menggunakan kosmetika berbahan alam asli Indonesia, yang penggunaannya lebih aman untuk kesehatan sebagai alternatif pengganti merkuri.
Acara ini dibuka oleh Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik secara daring. Ibu Dra. Reri Indriani, Apt., M.Si. menyampaikan bahwa masyarakat harus menghilangkan obsesi bahwa cantik itu putih, terutama generasi milenial sebagai pengguna kosmetika terbanyak dan pengguna aktif media sosial. Selain itu, Ibu Deputi menyampaikan ucapan terima kasih kepada lintas sektor terkait karena telah bersinergi dalam mengurangi peredaran kosmetika bermerkuri. Makassar sebagai pintu gerbang ke bagian timur Indonesia memiliki pelabuhan dan bandar udara terbesar di Indonesia berpotensi adanya peredaran dan penyelundupan kosmetika illegal termasuk kosmetika yang mengandung merkuri. Bersama dengan lintas sektor terkait, salah satunya KPPBC TMP B Makassar, disampaikan bahwa telah dilakukan kolaborasi secara aktif dengan Balai Besar POM di Makassar dalam memberikan sanksi terhadap pelaku usaha yang ditemukan melakukan peredaran kosmetika tidak memenuhi ketentuan.
Kepada generasi milenial yang aktif menggunakan sosial media, acara ini juga mengajak para pelajar dan mahasiswa/i untuk dapat lebih teredukasi dalam menggunakan kosmetika yang aman dan tidak menjanjikan efek secara instan. Dengan melibatkan Puteri Indonesia Sulawesi Selatan Tahun 2022 melalui Yayasan Puteri Indonesia diharapkan dapat memberikan pengaruh positif kepada generasi milenial agar mengubah paradigma bahwa cantik tidak harus putih, cantik tidak hanya dari luar, namun inner beauty lebih penting dimiliki. Demi memiliki kulit sehat, generasi milenial dihimbau agar memilih dan menggunakan kosmetika yang aman melalui cek KLIK (cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluarsa).
Melalui acara ini, Badan POM bersama dengan lintas sektor terkait dan asosiasi profesi telah sepakat untuk terus berkolaborasi dalam mendukung aksi pengurangan merkuri, khususnya kosmetika bermerkuri. Selain itu, diharapkan agar masyarakat menjadi lebih teredukasi bahwa faktor yang lebih penting dari kecantikan adalah memiliki kulit yang sehat. Masyarakat khususnya kategori usia remaja, pemuda/i, dan dewasa, terutama generasi milenial sebagai motor penggerak dapat melindungi dirinya dan orang disekitarnya dari bahaya kesehatan akibat menggunakan kosmetika bermerkuri sehingga permintaan terhadap kosmetika bermerkuri dapat berkurang dan dampaknya pada peredaran kosmetika bermerkuri pun menurun.
Indonesia Maju, masyarakat Indonesia Cantik Sehat tanpa Merkuri, STOP Kosmetika BerMerkuri!
