Itulah tema yang diusung pada kegiatan penyebaran informasi dalam format talkshow "Badan POM sahabat Ibu" yang diadakan oleh pengurus Dharma Wanita Persatuan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, di Ruang Auditorium B, Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, 28 Maret 2013. Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan, Dra. Reri Indriani, Apt., M.Si, hadir sebagai nara sumber dari Badan POM RI. Kegiatan tersebut diikuti oleh lebih dari 90 orang ibu-ibu anggota Dharma Wanita Direktorat Jenderal Bea dan Cukai wilayah Jakarta dan Jawa Barat, yang dipimpin oleh Ibu Agung Kuswandono sebagai Ketua.
“Sebagai ibu, kita harus cerdas. Untuk itu kita harus selalu meningkatkan wawasan dan edukasi, termasuk tentang Obat dan Makanan. Untuk itulah maka kita mengundang nara sumber dari Badan POM untuk berbagi pengetahuan tentang Obat dan Makanan, khususnya terkait cara memilih dan menggunakan obat”. Demikian disampaikan Ibu Agung Kuswandono dalam pembukaan kegiatan talkshow tersebut. Sakit kepala? migrain? stress? Apa yang harus dilakukan? swa-medikasi? pergi ke dokter? Obat apa yang benar? Dimana tempat membeli obat yang benar? Apa yang perlu diperhatikan saat membeli obat bebas? dll. Itu semua dibahas pada saat talkshow “Badan POM Sahabat Ibu”. Masyarakat, khususnya para Ibu, harus memiliki pengetahuan yang cukup, agar mampu melindungi diri dari Obat dan Makanan yang berisiko terhadap kesehatan. Demikian disampaikan Dra. Reri Indriani, Apt., M.Si.
Hal yang paling mudah dilakukan adalah dengan membaca label kemasan obat, pastikan produk yang akan digunakan telah teregistrasi di Badan POM, imbuhnya. "Jangan beli obat asal, jangan asal beli obat. Jadilah konsumen yang cerdas dan waspada iklan obat agar tubuh selamat”, demikian Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan tersebut mengakhiri presentasinya. Acara dilengkapi dengan penjelasan tentang cara membuka dan mencari informasi Obat dan Makanan melalui website Badan POM. Pada kesempatan yang sama, Balai Besar POM di DKI Jakarta menampilkan mobil laboratorium keliling, yang dilengkapi dengan cara uji cepat bahan berbahaya yang sering disalahgunakan dalam pangan. Balai Besar POM di DKI Jakarta juga menyuguhkan berbagai informasi Obat dan Makanan, termasuk contoh obat tradisional mengandung bahan kimia obat dan obat palsu dan/ilegal hasil pengawasan Badan POM.
Biro Hukmas
