Ciptakan ASN Badan POM Berkelas Dunia

23-04-2022 Kerjasama dan Humas Dilihat 1020 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Bandung – Badan POM menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional Sumber Daya Manusia (RAKORNAS SDM) Badan Pengawas Obat dan Makanan selama tiga hari pada Rabu-Jumat (19-21/04/2022). Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid tersebut dibuka langsung oleh Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito dan dihadiri oleh sebanyak 150 peserta luring, yang terdiri dari Kepala Balai Besar/Balai/Loka POM, peserta perwakilan dari Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Badan POM Tahun Anggaran 2022, Talent Pool, serta Perwakilan Alumni Tugas Belajar (Tubel) dan Izin Belajar (Ibel).

 

Kegiatan tersebut juga diikuti oleh Kepala Bagian/Koordinator/Kepala Subbagian/Subkoordinator Tata Usaha di lingkungan Badan POM secara daring. Hadir pula Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), Agus Pramusinto dan Komisioner Bidang Penerapan Nilai Dasar, Kode Etik, Kode Perilaku, dan Netralitas ASN, Arie Budhiman.

 

Acara hari pertama diawali dengan penyerahan secara langsung  Apresiasi hasil pengukuran Indeks Maturitas Penerapan Nilai Dasar, Kode Etik, dan Kode Perilaku (IM NKK) dari Ketua KASN kepada Kepala Badan POM. Berdasarkan penilaian Sistem Informasi Nilai Dasar Kode Etik Kode Perilaku ASN (SINDEN), Badan POM mendapat nilai 279 dari skala 300 dan nilai indeks maturitas 0,93 dari 1,00.

 

Acara dilanjutkan dengan peresmian Aplikasi untuk pengelolaan SDM secara simbolik, serta Peluncuran Peraturan Badan POM Nomor 8 Tahun 2022 tentang Kode Etik dan Kode Perilaku Pegawai di Lingkungan Badan POM. Sesi selanjutnya adalah sesi dialog antara Kepala Badan POM dengan para CPNS, Talent pool, dan Alumni Pegawai Tubel/Ibel. Pada sesi tersebut, peserta Rakornas berkesempatan untuk sharing pengalaman menjalani Tubel/Ibel kepada Kepala Badan POM dan peserta kegiatan.

 

Kepala Badan POM RI, Penny. K. Lukito dalam Sesi Dialog antargenerasi menyampaikan bahwa dialog ini merupakan dialog antargenerasi Pengelolaan SDM dalam rangka mewujudkan SMART ASN 2024. “ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa. Untuk itu, ASN perlu mengembangkan jiwa nasionalisme, berintegritas, profesional, berwawasan global, menguasai teknologi informasi dan bahasa asing, memiliki jiwa hospitality, entrepreneurship yang membawa sosial change, serta memiliki jaringan luas”, tukas Penny K. Lukito.

 

Menutup kegiatan pada hari pertama, peserta diberikan materi Sosialisasi Beasiswa dengan pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI, serta pembahasan Pengembangan Digital Corporate University bersama narasumber dari Telkom Corpu.

 

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan mengenai Sosialisasi Peraturan Badan POM terkait Kode Etik dan Kode Perilaku Pegawai di lingkungan Badan POM, Sosialisasi Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai ASN, dan Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 7 Tahun 2022 tentang Sistem Kerja pada Instansi Pemerintah untuk Penyederhanaan Birokrasi, dan sosialisasi Pengembangan Kompetensi SDM POM. Sementara hari terakhir acara ditutup dengan sesi Sosialisasi Pemantauan dan Penilaian Kinerja (SIMAKIN) yang dilakukan secara daring.

 

Peningkatan dan perkuatan kompetensi SDM POM menjadi salah satu hal yang berkorelasi signifikan terhadap kinerja pengawasan yang dilakukan Badan POM. Untuk itu, berbagai upaya transformasi dalam manajemen ASN Badan POM dilakukan untuk tujuan tersebut, sekaligus untuk mewujudkan Intelligence Human Capital Management (Intelligence HCM) Badan POM di tahun 2024. Salah satu upaya yang dilakukan melalui program penyusunan kajian pengembangan Badan POM Digital Corporate University sebagi upaya transformasi dalam sistem dan strategi pengembangan kompetensi pegawai di Badan POM.

 

Rakornas SDM ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien dengan mengoptimalkan pemanfaatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Salah satu tahapan yang telah dilaksanakan adalah telah dilakukannya penyederhanaan birokrasi melalui penyederhanaan struktur organisasi, penyetaraan jabatan, dan penyesuaian sistem kerja.

 

Untuk itu, melalui forum Rakornas ini ke depannya diharapkan akan terwujud akselerasi pengelolaan SDM berbasis sistem merit. Forum ini juga dapat menjadi wadah untuk mempertegas konsistensi dan dukungan dari stakeholders internal Badan POM dalam melakukan transformasi manajemen ASN BPOM, demi mendukung terwujudnya ASN Badan POM berkelas dunia. (HM-Grace)

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana