Jakarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melakukan kunjungan studi tiru ke kantor BPOM pada Senin (11/11/2024) untuk mempelajari pengelolaan Reformasi Birokrasi (RB) dan manajemen kinerja organisasi. Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan BPOM Ali Muharam bersama Analis Kebijakan Ahli Muda Biro Hukum dan Organisasi Kurniawan Norat menerima Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Susi Hastuti bersama 13 orang tim Pemkab Bogor.
Dalam 2 tahun belakangan, sebanyak 12 instansi pusat telah melakukan studi tiru pengelolaan RB ke kantor BPOM. Pemkab Bogor adalah satu-satunya pemerintah daerah yang telah melakukan koordinasi terkait hal yang serupa.
Dalam paparannya, Kurniawan Norat menerangkan bahwa BPOM mencatatkan indeks RB sebesar 89,12 atau predikat "A-" dengan kategori nilai "memuaskan dengan catatan" berdasarkan evaluasi tahun 2023. “Keberhasilan ini dicapai melalui sinkronisasi indikator utama dalam roadmap RB BPOM tahun 2020-2024 dengan indikator kinerja pada rencana strategis BPOM periode yang sama,” jelasnya.
Selain itu, BPOM juga turut berkontribusi pada 5 RB Tematik, yaitu sebagai supporting agency dalam bidang pengentasan kemiskinan, realisasi investasi, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, dan pengendalian inflasi. Sedangkan untuk digitalisasi administrasi pemerintahan dalam penanganan stunting, BPOM berperan sebagai implementing agency sesuai mandat Peraturan Presiden RI Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Pada kesempatan yang sama, Ali Muharam memaparkan mengenai manajemen kinerja di lingkungan BPOM. Ia menjelaskan bahwa saat ini BPOM mengintegrasikan sistem perencanaan, penganggaran, dan pelaporan melalui aplikasi SIMETRIS dengan dua menu utama: e-Planning untuk perencanaan kinerja dan e-Performance untuk pelaporan.
“Seluruh unit kerja di BPOM menyusun dokumen perencanaan strategis dan tahunan yang diintegrasikan ke dalam sasaran kinerja pegawai (SKP) melalui aplikasi SIMAKIN sebagai bentuk akuntabilitas,” paparnya.
Tim Pemkab Bogor juga berkesempatan mengunjungi BPOM Command Center (BCC) yang dipandu oleh tim Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan BPOM Arlinda Wibiayu. Arlinda menjelaskan mengenai peran dashboard BCC dalam memantau dan mengawasi pelayanan publik BPOM. Selain itu, data BCC juga digunakan sebagai dasar pimpinan dalam mengambil kebijakan berbasis data yang cepat dan efektif.
”BCC merupakan perangkat lunak yang dimiliki oleh kami yang sudah dilengkapi dengan dashboard informasi strategis real-time. Fasilitas ini juga membantu pimpinan BPOM dalam pengambilan keputusan berbasis data yang lebih cepat dan efektif,” terang Arlinda.
Di akhir kunjungan, tim Pemkab Bogor juga aktif berdiskusi dengan tim BPOM dan mengapresiasi apa yang telah dicapai, termasuk informasi pengelolaan RB dan kinerja organisasi BPOM. "Terima kasih atas banyaknya informasi dan ilmu yang bisa kami serap untuk diimplementasikan RB di Pemkab Bogor. Kami mengapresiasi capaian yang telah diraih oleh BPOM," ujar Susi Hastuti mengakhiri kunjungannya. (HM-Benny/WR)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
