Delegasi Republik Maladewa Kunjungi BPOM, Pelajari Sistem Pengawasan Pangan di Indonesia

23-07-2024 Kerjasama dan Humas Dilihat 845 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta - BPOM menerima kunjungan dari otoritas obat dan makanan Negara Republik Maladewa pada Senin (22/7/2024). Kunjungan ini merupakan rangkaian dari aktivitas Codex Trust Fund (CTF) Multi Country Project dari WHO Country Office Indonesia. Republik Maladewa menjadi salah satu negara penerima program “5-days learning visit” yang didanai oleh CTF. 

Delegasi yang hadir merupakan pimpinan dari Maldives Food and Drug Authority (MFDA) Satheesh Moosa, selaku Deputy Director General dan Acting Head of MFDA, bersama lima orang pejabat dari MFDA. Kehadiran delegasi MFDA diterima oleh Direktur Standardisasi Pangan Olahan BPOM Dwiana Andayani. Turut hadir pula perwakilan dari World Health Organization (WHO) Indonesia dan Food and Agriculture Organization (FAO) Indonesia. 

Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk memfasilitasi MFDA dalam mempelajari praktik manajemen Komite Nasional Codex di Indonesia. Praktik yang dimaksud adalah tentang bagaimana BPOM sebagai bagian dari Komite Nasional Codex Indonesia berperan penting dalam penyusunan standar keamanan pangan di Indonesia. Dalam hal ini, Direktorat Standardisasi Pangan Olahan BPOM bertanggung jawab sebagai Koordinator Mirror Committee pada 4 komite Codex. 

Keempat komite tersebut, yaitu Codex Committee on Food Additives (CCFA) yang menyusun standar bahan tambahan pangan, Codex Committee on Nutrition and Foods for Special Dietary Uses (CCNFSDU) yang menyusun standar nutrisi dan makanan untuk penggunaan diet khusus, Codex Committee on Contaminants in Foods (CCCF) yang mengatur cemaran dalam makanan, dan Codex Committee on Food Labelling (CCFL) yang bertanggung jawab terkait standar dan pedoman pelabelan seluruh jenis kemasan pangan. Komite Nasional ini memberikan rekomendasi kebijakan mengenai isu-isu strategis dan pengelolaan aktivitas Codex di Indonesia, yang merupakan posisi strategis bagi BPOM dalam menjalankan pengawasan terhadap pangan olahan.

Delegasi Republik Maladewa menerima berbagai materi dari narasumber BPOM. Materi yang disampaikan, yaitu mengenai sistem pengawasan pangan, mekanisme penerapan Codex di Indonesia dan proses penyusunan regulasi yang merujuk pada Codex. Dilanjutkan materi tentang pengawasan pre- dan post-market pangan olahan di Indonesia serta pengawasan post-market melalui sampling dan pengujian. Materi tersebut disampaikan oleh perwakilan dari Direktorat Standardisasi Pangan Olahan, Direktorat Pengawasan Produksi Pangan Olahan, dan Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN). Setelahnya, para delegasi berkesempatan melakukan kunjungan lapangan ke Laboratorium Kimia Pangan Olahan dan Air PPPOMN.

BPOM berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama dan berperan aktif di berbagai forum internasional, termasuk salah satunya melalui aktivitas berbagi pengetahuan seperti kegiatan ini. Keterlibatan ini diharapkan dapat semakin mendukung dalam peningkatan efektivitas pengawasan pangan olahan yang dilakukan di Indonesia untuk memberikan jaminan terhadap keamanan dan mutu pangan olahan yang beredar. Sekaligus menaikkan daya saing produk Indonesia dan kepercayaan terhadap BPOM sebagai otoritas regulator pengawasan obat dan makanan di mata dunia. (HM-Benny)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana