Dengan Pharmacovigilance , Tingkatkan Pengawalan dan Pengawasan Keamanan Obat Yang Beredar

11-12-2012 Hukmas Dilihat 3911 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Hukmas

Salah satu mandat dan fungsi yang diemban oleh Badan POM adalah menjamin aspek keamanan (safety), manfaat (efficacy) dan mutu obat yang beredar di Indonesia. Untuk mengawal dan mengawasi keamanan obat yang beredar, Badan POM menjalankan program Pharmacovigilance , atau lebih dikenal dengan MESO (Monitoring Efek Samping Obat). Hal ini disampaikan Dra. Agustine Zaini, Apt, Msi , Direktur Standardisasi Produk Terapetik dan PKRT pada pembukaan Training Pharmacovigilance di Hotel Lumire Jakarta pada 5 –7 Desember 2012 .

Lebih lanjut Agustine menjelaskan bahwa j ika di lihat dari siklus perjalanan suatu obat (drug life cycle), mulai dari proses pengembangan, otorisasi, produksi, distribusi, hingga penggunaan oleh masyarakat, maka pengawalan aspek keamanan obat tidak semata-mata menjadi tanggung jawab Badan POM sebagai lembaga pengawas obat, namun juga menjadi tanggung jawab semua key players yang terlibat dalam seluruh drug life cycle tersebut , diantaranya industr i farmasi, sejawat tenaga kesehatan dan sarana pelayanan obat, serta pasien atau masyarakat sebagai pengguna (sesuai amanat Permenkes R I No. 1799 tahun 2010 tentang Industri farmasi ).

Pemerintah dalam hal ini Badan POM, telah dan akan terus melakukan upaya dan langkah strategis untuk meningkatkan akti v itas pharmacovigilance di Indonesia dan mengantisipasi perkembangan di bidang obat , antara lain menyusun regulasi terkait ketentuan peran dan tanggung jawab industr i farmasi dalam melaksanakan pharmacovigilance, penyelenggaraan workshop pharmacovigilance untuk sejawat tenaga kesehatan, training pharmacovigilance secara berkala, peningkatan jejaring untuk pharmacovigilance obat-obat yang digunakan dalam program kesehatan masyarakat, serta upaya-upaya lainnya.

Hadir sebagai narasumber dalam training ini adalah Dr. Jarrir At- Thobari, Phd dan Prof. Dr. Adrianus Cornelis van Grootheest, Phd, dari Netherlands yang keahliannya telah diakui secara International dalam bidang pharmacovigilance. Adrianus Cornelis saat ini menjabat sebagai Director of Netherlands Pharmacovigilance CentreLareb, dan juga sebagai Professor of Pharmacovigilance di University of Groningen.

 

Biro Hukmas

 

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana