Badan POM sebagai organisasi pembelajar berusaha terus untuk meningkatkan kapasitas ilmiah institusi dalam rangka mendukung tugas dan fungsi pengawasan obat dan makanan. Pada tanggal 15-17 Juli 2014, Pusat Riset Obat dan Makanan (PROM) menyelenggarakan Pelatihan Internal “Deteksi Molekuler Cemaran Mikroba Patogen pada Pangan”. Kegiatan ini dilaksanakan dengan dukungan penyelenggaraan dari Biro Umum, dan pelatihan ini diikuti oleh staf pengujian dari Pusat Riset Obat dan Makanan (PROM), Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN), serta perwakilan dari BBPOM di Makassar, Mataram, Surabaya, DKI Jakarta, dan Banda Aceh. Hadir sebagai narasumber dalam pelatihan ini, Dr Diana E Waturangi, Dekan Fakultas Teknobiologi, dan tim dari Universitas Katolik Atmajaya Jakarta.
Metode biologi molekuler telah banyak diterapkan di negara maju untuk mengidentifikasi agen-agen mikrobiologi penyebab penyakit melalui pangan. World Health Organisation (WHO) mempersyaratkan metode ini sebagai salah satu program food safety core competency dalam International Health Regulation (IHR), karena metode ini dapat menjadi penghubung antara aspek keamanan pangan dengan aspek kesehatan masyarakat.
Di Badan POM, metode analisa dengan biologi molekuler dikembangkan untuk mendukung pelaksanaan kajian keamanan pangan dalam rangka pengawasan obat dan makanan. Tahun ini, metode biologi molekuler akan diimplementasikan untuk mendukung pelaksanaan kajian keamanan pangan jajanan anak sekolah (PJAS), yaitu es batu dan minuman menggunakan es. Kelompok minuman ini merupakan pangan jajanan anak sekolah yang memiliki kontribusi terbesar terhadap rendahnya kualitas PJAS secara mikrobiologi. Penggunaan metode molekuler diharapkan dapat menelusur akar permasalahan cemaran mikrobiologi pada es batu dan minuman es terutama PJAS secara umum.
Pelatihan “Deteksi Molekuler Cemaran Mikroba Patogen pada Pangan” dilaksanakan dengan metode kuliah dan praktikum di laboratorium PROM dan PPOMN. Materi yang diberikan meliputi Mikroba Kontaminan, Deteksi Molekuler Mikroba Kontaminan, Sequencing, Analisis Bioinformatika, serta Diagnostik Molekuler dan aplikasinya.
Pelatihan ini juga merupakan implementasi dari Nota Kesepahaman antara Badan POM dengan Unika Atmajaya yang telah ditandatangani oleh Kepala Badan POM dan Rektor Unika Atmajaya pada tanggal 19 Mei 2014 yang lalu. Semoga ke depan, kerjasama yang berkelanjutan dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas ilmiah Badan POM RI.
Pusat Riset Obat dan Makanan
