Dialog Perdana: Kepala BPOM Paparkan Lima Target Prioritasnya di Hadapan Pimpinan Pusat dan UPT BPOM

21-08-2024 Kerjasama dan Humas Dilihat 1784 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta - Pada hari ketiganya menjabat sebagai Kepala BPOM, Taruna Ikrar mengadakan dialog dengan 30 pimpinan unit pusat dan 76 unit pelaksana teknis (UPT) BPOM dari seluruh Indonesia. Dialog tersebut berlangsung pada Rabu (21/8/2024) di Aula Bhineka Tunggal Ika BPOM. 

Pertemuan ini membahas lima target prioritas yang akan menjadi “pekerjaan rumah” para pimpinan BPOM. Acara ini juga dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Hubungan Lembaga dan Media Rendi Witular.

Pertemuan dimulai dengan laporan dari Sekretaris Utama BPOM Rita Mahyona, yang memaparkan mengenai struktur organisasi BPOM. Rita juga menyampaikan ucapan selamat, mewakili seluruh pegawai BPOM, atas pelantikan Taruna Ikrar sebagai Kepala BPOM yang baru.

Dalam arahannya, Taruna Ikrar mengenang perjalanan kariernya yang dimulai sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) angkatan pertama di BPOM setelah lembaga ini berubah dari Direktorat Jendreral Pengawas Obat dan Makanan. "Setelah setahun di BPOM, saya mendapatkan beasiswa ke Jepang. Namun, saya diizinkan untuk pergi dengan syarat harus kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi. Kemudian dalam perjalanannya, saya bermimpi untuk kembali mengabdi di BPOM," kenang Taruna Ikrar.

Kepala BPOM menegaskan komitmennya untuk kembali ke BPOM, lembaga yang dicintainya. “Saat dipanggil Presiden, beliau mengatakan bahwa BPOM merupakan lembaga yang sangat penting. Oleh karena itu, beliau menitipkan pesan untuk menjadikan BPOM lebih baik,” ungkapnya.

Taruna Ikrar juga menyoroti lima hal penting yang akan menjadi targetnya sebagai Kepala BPOM, sesuai dengan arahan langsung Presiden. Pertama, memastikan bahwa produk makanan yang beredar di Indonesia aman, sesuai dengan status gizinya, dan sehat untuk dikonsumsi masyarakat. Kedua, meningkatkan sinkronisasi dan koordinasi antarlembaga yang mendukung sistem pengawasan obat dan makanan.

Target selanjutnya adalah mendukung kemandirian penyediaan obat di dalam negeri serta mempermudah akses obat yang diperlukan agar lebih terjangkau bagi masyarakat. Ia juga memberikan perhatian khusus pada percepatan proses uji klinis obat hingga dapat segera digunakan oleh masyarakat Indonesia. 

Terakhir, memajukan reputasi Indonesia melalui BPOM sebagai regulator pengawas obat dan makanan yang sejajar di tingkat global. Selain kelima target tersebut, Presiden juga menekankan pentingnya kemudahan akses obat-obatan esensial, upaya untuk menurunkan harga obat agar lebih terjangkau, serta peningkatan kolaborasi lintas sektor dalam penanganan masalah kesehatan di Indonesia.

Menutup arahannya, Taruna Ikrar menegaskan komitmennya untuk membawa BPOM menjadi lembaga yang lebih baik dan diakui oleh rakyat Indonesia. "Saya berkomitmen untuk bekerja bersama-sama dengan seluruh jajaran BPOM. Saya butuh bantuan Bapak/Ibu untuk mencapai itu," tutupnya. (Humas-Benny Hasibuan)

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana