Soreang - Sekarang ini, kejahatan di bidang Obat dan Makanan semakin berkembang dan bervariasi. Sebagai institusi yang mengawasi produk obat dan makanan di Indonesia, BPOM memerlukan petugas-petugas yang profesional, handal dan mandiri dalam menangani tantangan-tantangan dan modus-modus kejahatan baru di bidang Obat dan Makanan.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, BPOM memberikan pendidikan dan pelatihan dasar kepada agen-agen intelijen BPOM terpilih. Pada penutupan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Intelijen Dasar tahun 2018 di Bandung (26/9), Kepala BPOM Penny K. Lukito menjelaskan pentingnya memiliki agen-agen intelijen untuk mengungkap kasus kejahatan di bidang Obat dan Makanan. BPOM sendiri telah bekerja sama dengan Pusdiklat Intelijen dan Keamanan POLRI sejak tahun 2012 untuk mencetak agen-agen intelijen BPOM yang berkompeten.
"Membangun sumber daya manusia adalah prioritas pemerintah, begitu pula di BPOM. Sekarang ini, upaya fungsi penegakan penegakan hukum sedang ditingkatkan, kami pun harus merespon terhadap perkembangan kejahatan di bidang Obat dan Makanan.†jelas Penny K. Lukito. Dalam sambutannya, Kepala BPOM menyampaikan peningkatan kompetensi petugas BPOM, khususnya pelatihan intelijen dasar sangat penting untuk menghadapi tantangan.
Dalam diklat kali ini, 30 orang pegawai BPOM yang berasal dari seluruh Indonesia dinyatakan lulus setelah menjalani pendidikan selama 1 (satu) bulan dengan materi pengetahuan dan kemampuan dasar intelijen. “Selepas pendidikan dan pelatihan dasar ini, saya mengharapkan teknik dan taktik yang dipelajari betul-betul meresap, memberikan manfaat, memberikan kepercayaan diri, meningkatkan kemampuan untuk melakukan upaya intelijen, tentunya terkait obat dan makanan, dan fokus terhadap perlindungan masyarakat.†ungkap Kepala BPOM.
Selepas acara, Kepala BPOM melanjutkan kunjungannya ke PT. Pindad. Dalam kunjungan tersebut, diperkenalkan beberapa produk senjata yang akan digunakan PPNS BPOM dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dukungan prasarana tersebut diperlukan untuk menunjang tugas intelejen untuk mengungkap kejahatan di bidang Obat dan Makanan. (HM-Bayu)
