Pada tahun 2013, Program Aksi Nasional Pangan Jajanan Anak Sekolah (AN-PJAS) berhasil mencapai target 80.79% sampel Memenuhi Syarat (MS), naik 4.79% bila dibandingkan dengan tahun 2012. Hal ini merupakan hasil intervensi terhadap 16.993 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah dan diperkirakan telah memberi dampak perlindungan terhadap 2.837.831 anak, perubahan perilaku 5.675.662 orang tua siswa, 169.930 guru, 169.930 pedagang PJAS, serta 50.979 pedagang kantin.
Rencana tahun 2014 ANPJAS merupakan tahun terakhir yang diharapkan dapat mencapai IKU yang telah ditetapkan sebesar 90% PJAS memenuhi syarat. Oleh karena itu beberapa fokus kegiatan diarahkan kepada peningkatan jumlah fasilitator keamanan pangan dan program mandiri keamanan pangan di sekolah serta kajian dampak program ANPJAS yang dicapai.
Terkait hal ini maka dilaksanakan Diseminasi Teknis Pengelolaan PJAS Tahun 2014 pada tanggal 11 – 13 Maret 2014 di Jakarta. Diseminasi ini diikuti oleh 100 orang peserta yang terdiri dari Kepala Bidang dan Kepala Seksi LIK BB/BPOM di seluruh Indonesia serta staf yang terlibat dalam kegiatan PJAS. Diseminasi ini merupakan wadah untuk mendiseminasikan petunjuk teknis kegiatan terkait PJAS di daerah. Hadir juga pembicara pakar Ibu Prof. Winiati P. Rahayu yang manyampaikan Hasil Survei Persepsi Pengetahuan dan Observasi Praktek Keamanan Pangan Penjaja PJAS, Ibu Dr. Nurheni S. Palupi yang memaparkan Hasil Kajian awareness Keamanan Pangan Pelaku Ritel, serta Bapak Puspo Edi Giriwono, Phd yang menyampaikan materi tentang Komunikasi Risiko.
Diseminasi Teknis Pengelolaan PJAS ini diharapkan dapat mengkoordinasikan kegiatan PJAS di daerah sehingga dapat disesuaikan dengan Sumber Daya yang ada serta meningkatkan kompetensi teknis SDM petugas Balai Besar/Balai POM dalam mengembangkan dan mengkoordinasikan aksi nasional PJAS di daerah.
Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan
