Dorong Kemandirian Industri dan Pertumbuhan Produk Dalam Negeri Pada Produk Susu Formula

21-03-2023 Kerjasama dan Humas Dilihat 601 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Cikarang – BPOM hadir pada peresmian pabrik bahan baku susu formula PT Kian Mulia Manunggal yang berlokasi di Ejip Industrial Park, Cikarang Selatan pada Selasa (21/03/2023). Peresmian Pabrik ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto; Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin; dan Co-Founder PT Tempo Scan Group, Handojo Selamet, termasuk dihadiri oleh Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito.

PT Tempo Scan Pasific merupakan perusahaan dagang yang pada awalnya bergerak di bidang produksi produk farmasi dan kosmetika. Seiring berjalannya waktu, perusahaan ini juga memproduksi vitamin dan susu formula. Pada kesempatan ini PT Tempo Scan Pasific meresmikan pabrik bahan baku susu formula dengan target produksi 15 ribu ton per tahun.

Pendirian pabrik ini bertujuan mendukung kemandirian industri dan pertumbuhan produk dalam negeri, serta meningkatkan pemakaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sebagaimana yang diamanatkan Presiden melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi Dalam Rangka Menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Ke depannya, diharapkan produksi bahan baku ini akan menggantikan impor bahan baku produk susu formula yang saat ini banyak berasal dari Australia.

Dalam sambutannya, Handojo Selamet menguntai harapan bahwa dengan adanya pabrik ini, pihaknya dapat menciptakan kesetaraan kesempatan bagi anak-anak Indonesia memperoleh gizi yang memadai melalui peningkatan gizi yang merata. Menteri Kesehatan juga menyatakan harapan, adanya pabrik bahan baku susu formula dan susu pertumbuhan ini, dapat menekan angka stunting di Indonesia.

Stunting saat ini menjadi isu kesehatan pada anak yang menjadi perhatian publik karena stunting adalah stadium akhir dari kekurangan gizi pada anak. Susu formula menjadi salah satu bentuk pencegahan dari masalah kekurangan gizi pada anak, selain dari asupan sumber protein yang di dapat dari makanan.

Sejalan dengan pernyataan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menilai kehadiran pabrik ini tidak hanya menekan angka stunting, tetapi juga diharapkan dapat memperkuat industri dalam negeri. Hal tersebut dikarenakan TKDN pada produk bahan baku susu formula ini adalah 65% dan dapat menghemat devisa hingga 1 Triliun per tahun.

Sebagai bagian dari penutupan acara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian melakukan penandatanganan prasasti yang menandakan peresmian pendirian pabrik bahan baku susu formula pada hari ini. Selain itu, ia bersama dengan Kepala BPOM juga berkesempatan untuk menyerahkan bantuan berupa susu formula kepada anak-anak yatim dan duafa yang turut hadir pada acara tersebut. (HM-Rasyad)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana