Jakarta – Bertempat di Gedung Bhineka Tunggal Ika, Badan POM gelar Seminar Sains Internasional dan Pameran Produk Probiotik: Riset dan Potensi Pengembangan Produk Probiotik untuk kesehatan serta tinjauan regulasi di beberapa negara, Selasa (07/06/2022). Kegiatan ini diselenggarakan secara hybrid dan dibuka secara online oleh Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito.
Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi yang pesat, probiotik saat ini dapat dikonsumsi sebagai produk pangan. Peningkatan penelitian dan pengembangan probiotik terkait potensi manfaatnya bagi kesehatan, keamanan produk, serta klaim pada label dan iklan adalah aspek yang sangat penting untuk dijadikan pertimbangan. Oleh karena itu, perlu regulasi, pedoman teknis (seperti studi klinis), dan literatur ilmiah sebagai referensi untuk memenuhi persyaratan keamanan dan informasi yang tepat tentang klaim manfaat produk probiotik.
“Kami memahami bahwa setiap negara memiliki kebijakannya sendiri tentang regulasi probiotik, yang bergantung pada tujuan penggunaan dan persetujuan pemasaran dari regulator terkait. Di Indonesia, Badan POM telah mengeluarkan Peraturan Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pedoman Penilaian Suplemen Kesehatan Yang Mengandung Probiotik”, ungkap Kepala badan POM.
“Kami sedang berproses untuk melengkapi peraturan baru kami tentang suplemen probiotik dengan panduan teknis dan bukti ilmiah yang diperlukan untuk penetapan strain baru dan klaim manfaat kesehatan probiotik”, lanjutnya. Kepala Badan POM juga menambahkan bahwa persyaratan tersebut sangat penting untuk dipenuhi produk probiotik sesuai dengan tujuan penggunaannya.
Seminar diikuti oleh peserta yang merupakan pelaku usaha, asosiasi pelaku usaha, asosiasi profesi, dan akademisi yang terkait dalam pengembangan produk probiotik. Seminar kali ini juga mendapat dukungan penuh dari organisasi Indonesian Scientific Society for Probiotics and Prebiotics (ISSPP).
Turut hadir sebagai narasumber, antara lain akademisi dan praktisi dari berbagai negara, yaitu Dr. Haruhisa Hirata (Wakamoto Pharmaceutical, Jepang), Akademisi dan Praktisi dari Uni Eropa, Prof. Seppo Salminen (Finlandia, President of International Scientific Association for Probiotics and Prebiotics), Prof. Jan-Peter van Pijkeren (University of Wisconsin-Madison, Amerika Serikat), Patricia Conway B.Sc, M.Sc, Ph.D (Adjunct Professor of Gastrointestinal Metagenomics and Metabolomics, Functional Foods and Feeds, Probiotics and Prebiotics), Dr. E. Siong Tee (President of Nutrition Society of Malaysia); dan Prof. Ingrid Suryanti Surono, M.Sc., PhD (President of Indonesian Scientific Society for Probiotics and Prebiotics/Universitas Bina Nusantara).
Penyelenggaraan seminar sains probiotik ini diharapkan dapat semakin membuka wawasan baru para peserta tentang probiotik, terutama penelitian tentang strain probiotik baru. Dari seminar ini juga diharapkan dapat diperoleh masukan ilmiah bagi Badan POM untuk mengembangkan Pedoman Teknis Produk Suplemen Kesehatan Mengandung Probiotik sehingga dapat bermanfaat bagi Kesehatan. Selain itu, hasil seminar juga akan menjadi salah satu masukan bagi Badan POM dalam mereviu peraturan sebagai respons terhadap perubahan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha terhadap produk suplemen kesehatan yang mengandung probiotik. (HM-Chandra)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
