Dukung Perluasan Pasar ke Mancanegara, Badan POM Gelar Program Pelatihan Terpadu UKM Pangan Olahan Go Export

08-10-2021 Kerjasama dan Humas Dilihat 3067 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Jakarta – Sebagai bentuk dukungan untuk mewujudkan kemudahan dan peningkatan ekspor pangan olahan asal Indonesia ke mancanegara, Badan POM bekerja sama dengan Sekolah Ekspor melaksanakan program “Pelatihan Terpadu UKM Pangan Olahan Go Export” yang dilaksanakan secara daring, Jumat (08/10). Kegiatan ini dihadiri oleh Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Rita Endang dan Kepala Sekolah Ekspor, Handito Joewono.

Ekspor memiliki potensi kontribusi yang besar pada peningkatan perekonomian, yaitu dapat membuka peluang lapangan kerja, menghasilkan devisa, sekaligus memperkuat branding produk Indonesia di pasar global terutama untuk produk pangan olahan produksi Indonesia. Keamanan dan mutu pangan yang diperkuat dengan sentuhan kreativitas khas budaya Indonesia merupakan nilai unggul yang diharapkan meningkatkan daya saing produk sehingga mampu menembus pasar ekspor.

Rita Endang menjelaskan bahwa  jenis produk pangan olahan yang paling banyak diekspor dari Indonesia adalah makanan ringan, biskuit, dan mi instan. “Negara-negara di Asia, terutama negara ASEAN seperti Malaysia, Vietnam, dan Filipina, serta Republik Rakyat Tiongkok menjadi negara tujuan utama ekspor produk pangan olahan Indonesia,” papar Rita.

Lebih lanjut, Rita menyatakan untuk mewujudkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Pangan Olahan Go Export, Badan POM tidak bekerja sendiri. Pada program ini, Badan POM bekerja sama dengan Sekolah Ekspor yang memiliki visi selaras dengan komitmen Badan POM dalam mendorong UKM pangan olahan menjadi eksportir baru. “Selain itu, Badan POM menjalin kerja sama dengan stakeholder terkait, seperti Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, regulator di negara lain, dan asosiasi pelaku usaha,” lanjut Rita.

Sementara itu, Kepala Sekolah Ekspor dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sudah ditunggu oleh para calon eksportir di bidang pangan olahan. “Kegiatan ini sudah ditunggu oleh calon eksportir untuk mendampingi teman-teman UKM yang mau ekspor, khususnya produk pangan. Akhirnya program pelatihan terpadu ini bisa terwujud. Ini merupakan sebuah kebanggaan karena UKM bisa belajar langsung dengan guru atau ahlinya, yaitu Badan POM,” ujar Handito.

Materi pelatihan dalam program ini telah disusun secara komprehensif oleh para expert mengenai kepabeanan, onboarding di marketplace, dan perizinan serta pengawasan pangan olahan. Program ini akan dilaksanakan dalam bentuk coaching and mentoring secara online kepada para pelaku UKM Pangan Olahan. Diharapkan dengan kegiatan ini, Indonesia bisa memiliki 900 UKM pangan olahan yang siap menjadi eksportir baru.

“Kami berharap Bapak/Ibu pelaku UKM pangan olahan dapat mengikuti pelatihan terpadu ini dengan sungguh-sungguh selama 2 (dua) bulan ke depan dan pembelajaran selama pelatihan ini dapat diimplementasikan oleh UKM pangan olahan untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki, serta meningkatkan kapasitas dan daya saing menembus pasar ekspor”, tutup Rita. (HM-Maulvi)

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana