Dukung Wellness Tourism, BPOM Bangkitkan Desa Wisata Jamu

13-10-2022 Kerjasama dan Humas Dilihat 803 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Yogyakarta -  Tingkatkan program Wellness Tourism atau wisata kesehatan Indonesia, BPOM berperan dalam mengembangkan potensi obat tradisional melalui pendampingan Desa Wisata Jamu. Rabu (12/10/2022), sebagai Pilot Project, BPOM membangkitkan kembali Desa Wisata Jamu di Desa Kiringan, Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Program ini merupakan kolaborasi antara Badan POM, Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul dan Orang Tua Angkat Jamu, yang sudah memberikan kontribusi dalam pendampingan usaha jamu gendong melalui program Orang Tua Angkat Jamu. Pendampingan ini menjadi langkah efektif yang dilakukan di daerah ini, pasalnya Kabupaten Bantul menonjol dalam sektor ekonomi kreatif, khususnya untuk usaha jamu tradisional. 

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM, Reri indriani saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan pesan agar potensi ekonomi kreatif Desa Kiringan terus dilakukan pengawalan dan digali potensinya. "Desa ini perlu terus dikawal dan digali lagi agar potensi alam yang dimiliki dapat menciptakan perbaikan ekonomi bagi masyarakat sekitar dan menghidupkan budaya kesehatan di Indonesia,” tutur Reri.

Pada kesempatan ini, turut hadir Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih yang menyampaikan perkembangan industri jamu rakyat Kabupaten Bantul. Ia berharap dukungan BPOM dapat menambah motivasi dan kepercayaan diri masyarakat Bantul, khususnya pelaku usaha jamu Desa Kiringan. 

Wellness Tourism atau Wisata Kesehatan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pembudayaan Literasi, Inovasi, dan Kreativitas Berbasis Desa yang dikoordinir oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Kegiatan ini melibatkan tujuh kementerian/lembaga, antara lain Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia; Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal; Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi; Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf); Kementerian Dalam Negeri; Badan Riset dan Inovasi Nasional; dan Perpustakaan Nasional.

Kegiatan pendampingan desa ini merupakan salah satu bentuk dukungan BPOM untuk Wellness Tourism yang sedang dikembangkan Kemenparekraf di tiga daerah, yaitu Solo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bali. Desa Kiringan telah ditetapkan sebagai Desa Wisata Jamu Gendong Kiringan sesuai dengan Keputusan Bupati Bantul Nomor 240 Tahun 2016 dan telah masuk dalam Jejaring Desa Wisata (JADESTA) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Jamu sendiri menjadi ikon obat tradisional Indonesia yang mempunyai manfaat dan nilai jual tinggi, serta menawarkan keutamaan tindakan promotif dan preventif dalam bidang kesehatan. BPOM saat ini terus berupaya mendorong pengembangan obat tradisional, terutama yang digarap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam di Indonesia. 

Beberapa program yang dilakukan BPOM terkait dukungan pengembangan obat tradisional, antara lain dengan melakukan pendampingan produksi Jamu yang baik dan benar, stikerisasi Jamu Gendong, serta memberikan bantuan perbaikan sarana prasarana yang melibatkan Orang Tua Angkat Jamu. Upaya ini diharapkan semakin menciptakan sinergisme antara pelaku usaha dan komunitas masyarakat guna mewujudkan Wellness Tourism di Indonesia.

“Dengan program ini, diharapkan mampu meningkatkan akses pasar dan daya saing produk jamu. Juga meningkatkan kualitas di bidang produksi maupun pemasaran obat tradisional,” tutup Reri Indriani.

Kegiatan hari ini dilanjutkan dengan pemutaran film pengembangan Desa Wisata Jamu Kiringan dan juga sesi minum jamu bersama Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik serta Bupati Bantul. Kemudian ditutup dengan tur mengelilingi daerah desa wisata jamu untuk mengenal lebih jauh Desa Wisata Jamu Kiringan.

Masih dalam rangkaian kegiatan yang sama, BPOM bersama enam kementerian/lembaga lainnya juga ikut berpartisipasi dalam sesi talkshow  pada hari berikutnya. Dalam sesi tersebut, Reri Indriani menjadi narasumber dan membawakan tema “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Desa Wisata Jamu”. (HM – Dila)



Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana