Jakarta - Seminggu jelang perhelatan Asian Games ke-18, BPOM menggelar edukasi Obat dan Makanan aman bertema “Kerja Kita Wujudkan Obat Dan Pangan Aman Untuk Prestasi Bangsa” di area Car Free Day Sarinah – Thamrin, (12/08). Edukasi serupa juga dilaksanakan serentak oleh Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia. Dalam kesempatan ini, Kepala BPOM Penny K Lukito menyampaikan kesiapan BPOM dalam mensukseskan Asian Games 2018 melalui pengawalan keamanan pangan.
Kepala BPOM memimpin apel siaga untuk memeriksa kesiapan pasukan dalam pengawalan keamanan pangan di lokasi penyelenggaraan Asian Games. Ada 3 zona yaitu lokasi kegiatan Asian Games (Zona 1), wilayah dalam radius walking distance dari lokasi kegiatan Asian Games (Zona 2), dan tempat wisata terdekat maupun bandara (Zona 3). Sebanyak 61 personil BPOM yang berasal dari 7 BBPOM/BPOM dan Pusat telah terakreditasi INASGOC untuk memeriksa keamanan pangan di lokasi Asian Games 2018 di Palembang dan Jakarta, maupun sejumlah Kab/Kota di Jawa Barat.
Acara diawali dengan doa bersama untuk korban gempa bumi di Lombok, sekaligus untuk para atlet yang akan bertanding di ajang Asian Games 2018. Kemudian dilanjutkan senam bersama yang diikuti oleh Kepala BPOM Penny K Lukito bersama Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf, dan peserta Car Free Day. Setelah itu penampilan jingle Tolak Penyalahgunaan Obat yang diikuti oleh 201 pelajar SMA, Pramuka, dan Kowani. Seluruh peserta juga menyanyikan lagu-lagu nasional untuk menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-73.
Dalam sesi talkshow, Kepala BPOM mengimbau masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dalam memilih obat dan makanan. Di era global saat ini marak peredaran produk ilegal/palsu secara online. Untuk itu bagi anak muda yang gemar membeli produk online harus berhati-hati. Hal ini diakui oleh Mikha Tambayong sebagai publik figur milenial yang kerapkali dekat dengan e-commerce terutama pembelian kosmetik online. Sementara itu Aderai sebagai atlet mengaku sangat berhati-hati dalam memilih obat dan suplemen untuk kebutuhan tubuh.
Lebih lanjut, Ketua Komisi IX DPR RI menyatakan dukungannya kepada BPOM untuk memperkuat pengawasan Obat dan Makanan. Pasalnya setiap tahun BPOM menangkap obat dan makanan ilegal ratusan miliar rupiah. Artinya pasar Indonesia besar dan rentan terhadap peredaran obat dan makanan ilegal/palsu. Sehingga menurutnya Undang-Undang Pengawasan Obat dan Makanan diperlukan untuk memperkuat pengawasan. "Saat ini UU masih proses uji publik, untuk itu kami sudah desak pemerintah mengeluarkan peraturan untuk penambahan kewenangan BPOM di penindakan. Target kami BPOM bisa menuntut. BPOM harus punya gigi, tapi jangan mematikan industri lokal. Industri lokal tetap hidup tetapi keamanan terjamin," jelasnya.
Menurutnya semangat UU ini harus memberikan rasa aman, kemudahan perizinan, dan pengawasan diperketat. Bukan sebaliknya perizinan dipersulit, dan justru pengawasan lemah. Selain itu pertumbuhan industri nasional di sektor obat dan makanan harus menjadi sektor penggerak pembangunan nasional. "Ketika ada industri obat dan maknan harus didorong dengan penerapan good manufacturing practices. Jangan produk impor jadi tuan rumah mengalahkan produk nasional. Jadi UU ini bukan semata untuk melakukan penggerebekan tetapi justru menumbuhkan produk nasional jadi basis kekuatan dan pemerintah mampu melakulan fungsi pengawasan yang baik", tutupnya.
Mengakhiri edukasi hari ini, Kepala BPOM bersama Ketua Komisi IX DPR RI mengunjungi mobil laboratorium keliling dan mobil penyidikan untuk memastikan kesiapan imfrastruktur pendukung pengawasan keamanan pangan saat Asian Games berlangsung. Keduanya juga memberikan stikerisasi kepada supermarket dan food court di Plaza Sarinah yang telah memenuhi ketentuan pangan aman. Sebanyak 33 counter food court di Plaza Sarinah telah dibina BBPOM di Jakarta. Sebelumnya BBPOM di Jakarta telah memasang stikerisasi kepada 90 kios di Lokasi Kuliner Lenggang Jakarta Monas, 43 sarana di 5 wilayah Jakarta, 21 kios di GBK dan Wisma Atlet, 80 tenant di Food Festival Jakarta di GBK, 3 kantin di Rumah Sakit Mitra Kemayoran, 2 retail pangan di Pekan Raya Jakarta Kemayoran, dan 2 restoran di Plaza Indonesia. (HM-Fathan)
Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan
