Jakarta - Rapat Evaluasi Nasional (REN) BPOM tahun 2022 dimulai pada Selasa, (08/11/2022). REN tahun ini dilaksanakan selama 2 hari, dimulai dari tanggal 8 hingga 9 November 2022 dengan mengangkat tema “Satu Langkah dalam Kerja Nyata, Mewujudkan Obat dan Makanan Aman, Bermutu, dan Berdaya Saing”. Kegiatan ini dihadiri oleh Pejabat Pimpinan Tinggi BPOM dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM yang berasal dari seluruh Indonesia.
Salah satu topik yang dibahas pada hari pertama REN, yaitu Evaluasi Paruh Waktu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 terkait Pengawasan Obat dan Makanan. Pemaparan dilakukan oleh Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Pungkas Bahjuri Ali.
“Kami ucapkan selamat kepada BPOM sudah mencapai target RPJMN. Saya kira itu hal yang positif, nanti di sektor kesehatan akan hijau dan sangat bagus,” ungkap Pungkas. Ia optimis bahwa target-target akan tercapai untuk pengawasan obat dan makanan. Indikator terkait pengawasan obat dan makanan yang dimaksud adalah “persentase obat yang memenuhi syarat” dan “persentase makanan yang memenuhi syarat”.
Namun ia juga mengatakan ada beberapa catatan. Menurut Pungkas, diperlukan indikator yang lebih sensitif dalam mencerminkan kinerja pengawasan obat dan makanan. Selain itu, indikator juga harus lebih robust dalam hal metodologi pengukuran indikator, sehingga penetapan target dan pengukuran kinerja tahunan dapat dilakukan dengan lebih pasti.
“Yang kami harapkan indikator yang robust, perlu didefinisikan lagi seperti apa yang memenuhi syarat. Kita harus mencari indikator yang sensitif agar terlihat progress-nya,” jelasnya.
Di akhir pemaparan, Pungkas berharap BPOM dapat memanfaatkan teknologi untuk pengawasan agar lebih efisien dan angka anggaran bisa diprioritaskan untuk yang lain. Dan juga terkait pengembangan laboratorium, harus lebih jelas standar dan levelingnya, timelinenya, pembagian wilayahnya, dsb.
Pada hari pertama REN ini tidak hanya terkait evaluasi oleh Bappenas, namun juga dilakukan evaluasi paruh waktu kinerja berdasarkan Rencana Strategis 2020-2024 BPOM. Beberapa satuan kerja seperti Sekretariat Utama, Inspektorat Utama, dan Kedeputian-Kedeputian memaparkan capaian-capaian strategisnya serta membahas tantangan dan strategi tindak lanjut ke depannya. (HM-Hendriq).
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
