FORUM KOMUNIKASI INSPEKTUR KOSMETIK
Penyamaan Persepsi Inspektur Kosmetik untuk Pengawasan Lebih Efektif
2 September 2020
Pandemi COVID-19 telah berdampak terhadap semua aspek termasuk obat dan makanan, baik dalah hal pengawasan maupun tekanan pertumbuhan industri kosmetik. Efek terhadap pengawasan obat dan makanan berupa penurunan jumlah sarana yang diinspeksi. Tekanan terhadap pelaku usaha terkait dengan turunnya daya beli dan kebutuhan akan produk kosmetik. Badan POM berperan terhadap perlindungan konsumen dan menumbuhkan daya saing industri dalam negeri.
Dalam melakukan pengawasan kosmetik dibutuhkan instrumen yang paling penting yaitu inspektur dan auditor yang kompeten, memiliki persepsi dan pengetahuan yang sama di seluruh Indonesia. Untuk menunjang tupoksi inspektur diperlukan petunjuk pelaksanaan kegiatan pengawasan, kebijakan untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan publik yang tersosialisasi ke seluruh daerah dan teknologi informasi untuk mendukung kegiatan pengawasan dan pelayanan publik.
Berkenaan dengan hal tersebut, maka Direktorat Pengawasan Kosmetik mengadakan kegiatan Forum Komunikasi Inspektur Kosmetik secara daring dan luring di Hotel Pullman Jakarta Indonesia Thamrin CBD pada tanggal 1 - 2 September 2020. Kegiatan Forkom diikuti oleh 170 orang peserta dari 73 Balai Besar/ Balai/ Loka POM di seluruh Indonesia dan Pusat. Selama Forkom, peserta mendapatkan materi dari narasumber pusat berupa updating regulasi terkini di bidang kosmetik, kebijakan pengawasan dan pelayanan publik selama masa pandemi, mekanisme audit dan inspeksi sarana kosmetik selama masa pandemi dan juga sharing pengalaman dari inspektur di daerah terkait permasalahan pengawasan kosmetik selama masa pandemi.
Harapan dari pelaksanaan Forum Komunikasi Inspektur Kosmetik ini adalah persamaan persepsi terhadap tindak lanjut hasil pengawasan kosmetik dan evaluasi mekanisme pelaksanaan pengawasan di lapangan termasuk pada masa pandemi COVID-19 sehingga diperoleh strategi pengawasan yang lebih efektif dan memberikan dampak yang lebih signifikan terhadap kinerja pengawasan kosmetik secara keseluruhan.
Direktorat Pengawasan Kosmetik - salam sehat selalu
