Gagas Diskusi Interaktif, BPOM Ajak Influencer Review Kosmetik Secara Komprehensif

17-01-2025 Kerjasama dan Humas Dilihat 936 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta – Mengawali tahun 2025, Kepala BPOM Taruna Ikrar mengadakan dialog interaktif bersama para influencer/content creator di Kantor BPOM, Jumat (17/1/2025). Dialog interaktif yang dipandu oleh master of ceremony (MC) Wahyu Wiwoho ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena ulasan/reviu dari para influencer/content creator mengenai produk kosmetik. 

Influencer/content creator kosmetik memiliki peran signifikan dalam memengaruhi keputusan konsumen. Ulasan produk yang mereka bagikan, baik dalam bentuk tulisan, video, atau foto, seringkali menjadi rujukan utama bagi banyak orang sebelum membeli kosmetik. Dengan banyaknya pengikut di media sosial, ulasan mereka dapat memberikan dampak besar terhadap penjualan produk.

BPOM terus memantau ulasan influencer di media sosial dan menyadari perannya dalam edukasi masyarakat tentang keamanan, manfaat, dan mutu kosmetik. Namun, BPOM mencatat beberapa ulasan tidak komprehensif. Misalnya, dalam reviu menyatakan hasil laboratorium yang seharusnya bersifat rahasia dan hanya dapat digunakan untuk pihak yang bertanggung jawab, bukan untuk publik. 

“Reviu yang banyak dari sumber berbeda, menyampaikan hal yang tidak sama, bias opini, kurangnya verifikasi, perbedaan konteks dan kesalahan interpretasi, pada akhirnya hanya akan menimbulkan kebingungan di masyarakat. Alih-alih menjadi tercerahkan terhadap manfaat dan keamanan produk lokal yang direviu, sebagian masyarakat justru menjadi skeptis dan kehilangan kepercayaan sehingga lebih memilih berpaling ke kosmetik impor,” ujar Kepala BPOM Taruna Ikrar saat sesi diskusi. 

“Hanya BPOM sebagai lembaga yang diberikan otoritas untuk melakukan pengawasan, yang berhak menyatakan “approved” terhadap produk kosmetik. Perizinan dan pengawalan setelah kosmetik beredar merupakan satu kesatuan yang kewenangannya melekat pada otoritas, yaitu BPOM. Untuk itu, BPOM akan melakukan penertiban terhadap pihak yang menyatakan ”approved” produk kosmetik,” tambah Taruna Ikrar.

“Karena itu, kami meminta para influencer/content creator kosmetik untuk dapat mengedukasi masyarakat dengan mengutamakan persaingan bisnis yang sehat dan sesuai hukum. Jika ada motif lain yang mengganggu masyarakat, itu termasuk pelanggaran dan perlu ditindak. Di bawah kepemimpinan saya, BPOM akan menjalankan tugas dan fungsinya terhadap seluruh pihak tanpa pengecualian,” imbuh Taruna Ikrar lagi.

Selanjutnya, Taruna Ikrar menjelaskan bahwa BPOM menangkap seluruh aspirasi atau kritikan yang diberikan terkait dengan pengawasan kosmetik. BPOM siap mempertanggung jawabkan hasil pengawasan yang telah dilakukan dan untuk itulah terselenggara acara dialog ini, agar BPOM bersama para influencer/content creator duduk bersama, berdiskusi mengupas isu yang dihadapi secara mendalam.

“Intinya, kami sangat mengapresiasi atas masukan tersebut dan dalam proses pembuatan kebijakan ke depan, saya berpikir akan merangkul para Influencer dan kalau bisa akan saya angkat menjadi duta BPOM,” tegas Taruna Ikrar.

Dialog interaktif yang dilaksanakan bertepatan dengan 100 hari kinerja Kepala BPOM bersama dengan kurang lebih 35 Influencer/content creator kosmetik yang hadir berjalan dengan lancar dan tertib. Dialog pada hari ini salah satunya bertujuan menyebarluaskan informasi terkait upaya pengawasan yang dilakukan BPOM sekaligus membuka ruang bagi para influencer/content creator untuk memberikan masukan melalui platform yang tepat. 

Pada sesi tanya jawab, para influencer saling melemparkan pertanyaan dan menyampaikan apresiasinya kepada BPOM. Beberapa pertanyaan yang diajukan di antaranya terkait dengan pengawasan post-market kosmetik, kolaborasi dalam pengawasan, izin edar, overclaim dan approval produk, penindakan BPOM, serta diskusi mengenai kosmetik lokal agar terus dapat bersaing di pasar.

Pada kesempatan ini, BPOM kembali menyatakan komitmennya untuk mengoptimalkan pengawasan dengan dukungan dari berbagai pihak. BPOM juga akan secara konsisten menjadi lembaga yang menyajikan informasi aktual dan terpercaya kepada masyarakat. BPOM juga akan terus memperkuat kemitraan dengan para influencer/content creator kosmetik dalam mengedukasi masyarakat tentang penggunaan kosmetik yang aman. 

“Kami mendorong para influencer/content creator untuk melihat secara holistik berbagai aspek sebelum membuat ulasan, termasuk mempertimbangkan dampak sosial, ekonomi, dan hukum dari ulasan tersebut. Selain itu, BPOM mengajak media dan pemangku kepentingan lainnya untuk turut menyebarluaskan informasi yang akurat dan mengedukasi masyarakat terkait keamanan, manfaat, dan mutu kosmetik, sekaligus mendukung daya saing kosmetik dalam negeri,” pungkas Taruna Ikrar. (HM-Rahman) 

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana