Gaungkan Wellness Tourism lewat Kolaborasi BPOM dan Kemenparekraf

31-07-2024 Kerjasama dan Humas Dilihat 1453 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta – BPOM bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan berkolaborasi untuk mempromosikan wellness tourism melalui 2nd Indonesia Health Tourism Exchange Forum (IHTEF) 2024 dan Indonesia Wellness Festival (Wellfest) 2024. Kegiatan tersebut akan digelar pada Jumat—Minggu, 2–4 Agustus 2024.

“Dalam mendorong perkembangan wellness tourism, dibutuhkan pertukaran informasi atau exchange information and initiative,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno dalam sesi The Weekly Brief with Sandi Uno di Gedung Sapta Pesona, Senin (29/7/2024). Salah satu bentuk nyata kegiatan pengembangan wellness tourism yang dimaksud adalah melalui kolaborasi BPOM dengan Kemenparekraf.

Menurut Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik (Deputi 2) BPOM Mohammad Kashuri, kolaborasi ini dapat mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan literasi terkait produk obat tradisional, suplemen kesehatan, dan kosmetik yang aman dan berkualitas. Juga untuk memberikan peluang bagi pelaku usaha, yang notabene produknya sudah aman dikonsumsi, untuk bisa dikenal lebih luas dan meningkatkan daya saing produknya.

“Kegiatan ini akan menampilkan natural, beauty, dan wellness dengan mengajak 80 booth yang diisi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri obat bahan alam dan kosmetik yang menampilkan produk yang diawasi BPOM. Selain itu, akan ada kegiatan healthy workout dan helpdesk dari BPOM untuk memberikan konsultasi maupun registrasi produk secara on the spot selama 2–4 Agustus,” jelas Kashuri.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf Vinsensius Jemadu menuturkan bahwa wisata kebugaran atau wellness tourism masuk dalam signature atau produk yang sangat dinikmati wisatawan domestik dan mancanegara. “Setelah COVID-19, demand-nya sangat luar biasa. Satu sisi, supply-nya sangat banyak atau raw material, namun belum dikelola dengan baik. Maka dari itu, Kemenparekraf sebagai fasilitator. Ayo, kita satukan dalam bentuk business to business (B2B) di kegiatan tanggal 2 ini,” ajaknya.

Sementara itu, Head of Inbound & Domestic Tour, Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Heben Ezer menyebut berbagai daerah di Indonesia memiliki keunikan terkait wellness tourism ini. “Kita juga baru tahu saat diskusi dengan teman-teman, ada ternyata massage gaya batak, gaya betawi. Ini yang juga mau kami angkat ke wisatawan, baik mancanegara maupun dalam negeri,” tuturnya.

Dari sisi pelaku usaha, menurut General Manager Taman Sari Royal Heritage Spa Dian V. Soeryomukti, perkembangan wellness tourism ini tidak hanya digandrungi oleh wisatawan mancanegara, tetapi ketertarikan lokal juga terus meningkat. “Bahkan, sekarang juga bukan hanya massage atau spa, tapi juga sound healing, seperti gamelan dan angklung. Musik bisa menjadi sarana healing,” ujarnya. (HM-Maulvi)

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana