Jakarta – Konsumsi pangan yang aman, bermutu, dan bergizi menjadi syarat penting dalam menjaga daya tahan tubuh. Di masa pandemi seperti saat ini, daya tahan tubuh menjadi kekuatan seseorang sebagai upaya preventif agar tidak terjangkit COVID-19. Selama masa pandemi, transaksi jual-beli melalui e-commerce menjadi semakin intensif. Termasuk produk pangan yang juga semakin banyak diperjualbelikan secara online. Hal ini mengharuskan masyarakat untuk bersikap lebih kritis dalam memilih lapak penjualan pangan online agar pangan yang dikonsumsi tetap terjaga keamanan dan mutunya.
Isu-isu tersebut menjadi fokus yang disampaikan Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito dalam sambutannya pada kegiatan Talkshow Gebyar Milenial Keamanan Pangan dengan tema “Generasi Emas, Cerdas Memilih Pangan Aman, Bermutu dan Bergizi di Era New Normal” yang digelar Kamis (27/08). Kegiatan yang diselenggarakan secara virtual dan disiarkan langsung melalui platform Zoom Meeting serta kanal-kanal media sosial resmi Badan POM ini diikuti oleh sekitar 5.000 orang peserta yang merupakan pelajar SMA/SMK dan mahasiswa perguruan tinggi dari seluruh Indonesia.
Talkshow hari ini menghadirkan tiga orang narasumber, yaitu Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan (Deputi III), Reri Indriani serta public figure yang berpengalaman terkait konsumsi pangan aman dan bermutu, yaitu dr. Prama Aditya serta Andien Aisyah. Dipandu oleh MC Kemal Mochtar, talkshow berjalan dengan interaktif dan peserta terlihat antusias mengikuti materi yang disampaikan. Mengingat informasi terkait pangan memang merupakan informasi yang sangat erat dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam paparannya, Reri Indriani menjelaskan bahwa faktor penting dalam memastikan keamanan dan mutu produk pangan adalah dengan selalu membaca informasi yang tertera pada label produk. Setiap orang harus tahu apa saja bahan makanan yang masuk ke dalam tubuh melalui pangan yang dikonsumsinya.
Pada kesempatan tersebut, Deputi III kembali mengingatkan pentingnya generasi milenial untuk selalu waspada dalam pembelian pangan secara online. Selama bulan Januari hingga Juni 2020 terjadi peningkatan penjualan melalui e-commerce mencapai lebih dari 300 persen. Badan POM melakukan pengawasan melalui Patroli Siber untuk mencegah dan menelusuri peredaran obat dan makanan ilegal melalui online.
“Hasilnya, sebanyak 40.496 link situs atau platform penjualan obat dan makanan yang diusulkan untuk di-take down oleh Kementerian Informasi dan Informatika karena menjual produk palsu atau tidak memenuhi syarat keamanan, mutu, dan manfaat. 1.643 di antaranya merupakan link terkait pangan olahan,” papar Deputi III. “Karena itu, kami imbau kepada masyarakat agar jangan mudah tergiur dengan klaim-klaim berlebihan dari suatu produk atau promo-promo yang ada. Pastikan dulu lapak penjualannya aman. Caranya bisa dengan merujuk pada review positif dari konsumen sebelumnya atau dengan memperhatikan penilaian konsumen, misalnya lapak yang memperoleh bintang 5,” tambahnya.
Menyambung penjelasan Deputi III, dr. Prama Aditya menambahkan bahwa hal utama yang dapat dilakukan oleh generasi milenial untuk membantu mencegah terjadinya hal-hal tersebut adalah dengan rajin membaca berbagai informasi terkait pangan. Baik itu informasi pada label pangan sebelum dikonsumsi atau informasi terkait pangan dari berbagai sumber.
“Generasi milenial harus rajin membaca. Jika mendapat informasi dari media sosial, pastikan juga kejelasan sumbernya. Jangan sampai menyebarkan informasi yang ternyata adalah hoaks”, jelasnya.
Tidak hanya materi terkait kiat-kiat dalam memilih pangan aman dan bermutu yang disampaikan oleh kedua narasumber tersebut. Public figure Andien Aisyah ikut berbagi pengalaman mengenai kebiasaannya yang disebut MAGER (Makan Pangan Aman dan Gerak). Ia mengingatkan agar selain konsumsi pangan yang aman, masyarakat juga perlu untuk tetap melakukan aktivitas fisik dan melawan rasa malas walaupun di masa pandemi.
“Tidak ada cara instan untuk menjadi sehat. Upayanya perlu dilakukan secara konsisten dan terus menerus agar mendapatkan hasil yang optimal,” jelas Andien.
Di penghujung acara, narasumber bersama seluruh peserta mengucapkan Ikrar Duta Pangan Aman yang dipimpin oleh Deputi III, sebagai bentuk komitmen dari narasumber dan peserta talkshow yang merupakan generasi milenial Indonesia untuk menerapkan pola hidup sehat dengan memilih pangan yang aman, bermutu, dan bergizi untuk dikonsumsi. Serta untuk ikut mencegah penyebaran hoaks terkait pangan dengan selalu melakukan saring informasi sebelum sharing dan memastikan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. (HM-Herma)
Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan
