Jakarta - Generasi muda memegang peran penting sebagai duta penyebaran pesan-pesan edukatif kepada keluarga dan masyarakat. Untuk itu, dalam rangka terus membangun masyarakat menjadi konsumen cerdas dalam memilih obat, Badan POM menyelenggarakan kegiatan Komunikasi, Edukasi dan Informasi (KIE) “Generasi Muda Produktif, Cerdas Dan Tolak Penyalahgunaan Obat Di Era New Normal secara virtual, Selasa 14/07.
Acara yang dibuka oleh Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito bersama Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif Rita Endang ini menghadirkan Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Baby Siti Salamah sebagai narasumber. Diikuti lebih dari 4000 orang generasi milenial dari seluruh wilayah Indonesia, termasuk generasi muda dari Balai Besar/Balai POM dan Kantor Badan POM di Kabupaten/Kota, acara ini juga dihadiri selebriti Danar Wicaksono, Bimbim Slank, dan Jerome Polin Sijabat.
“Saya senang merasakan antusiasme dan semangat para peserta generasi muda pada KIE daring hari ini. Melalui kegiatan ini, Badan POM ingin memberikan informasi dan sharing pengetahuan dari para narasumber dan public figure, dengan tujuan meningkatkan kewaspadaan kita semua terhadap penyalahgunaan obat, khususnya di masa pandemi COVID-19,” tegas Kepala Badan POM.
Pada kondisi pandemi COVID-19, masyarakat mengandalkan belanja secara daring. Selama periode Januari – Juni 2020, Badan POM menemukan cukup banyak informasi kurang tepat seperti klaim penyembuhan COVID-19. Hasil Patroli Siber Badan POM telah merekomendasikan untuk takedown atau penghapusan sebanyak 23.828 (59%) link penjualan obat dan Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif (NAPPZA) kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA).
“Bijak dan berhati-hatilah dalam mengakses informasi dari internet dan melakukan belanja daring. Jangan mudah termakan isu atau hoaks terutama Obat dan Makanan. Terutama generasi muda harus proaktif menjadi agen perubahan, dengan mengampanyekan adaptasi kebiasaan baru, waspada pada obat ilegal dan penyalahgunaan obat, tebarkan semangat positif untuk membangun negeri,” pesan Kepala Badan POM.
Baby Siti Salamah menyampaikan bahwa untuk mencegah penyalahgunaan obat, butuh dukungan berbagai pihak terutama peran orang tua dalam mengedukasi keluarga terutama anak-anak, agar paham betul terhadap kandungan obat. “Membuka diri dan sering berdiskusi secara terbuka dengan keluarga, terhadap perkembangan informasi obat maupun zat-zat yang rentan disalahgunakan. Jangan lupa selalu merujuk pada informasi yang valid dan kredibel,” lanjutnya.
“Ketidaktahuan dan suka bereksperimen merupakan dua hal vital yang membuat generasi muda rentan terjerumus pada penyalahgunaan obat”, ungkap Bimbim Slank. Untuk itu ia berpesan kepada generasi muda agar terhindar dari penyalahgunaan obat. “Bergaul dengan orang-orang yang sehat, sering berolahraga, lingkungan yang positif, sober forever,” pesannya.
Sebelumnya, pada 3 Oktober 2017, Presiden Joko Widodo telah meresmikan Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat dengan tiga strategi yaitu strategi pencegahan, deteksi, dan respon. Salah satu strategi pencegahan adalah dengan menggelar KIE didasari semangat dan komitmen Badan POM untuk berjuang bersama agar bangsa Indonesia dapat segera keluar dari krisis pandemi COVID-19.
Di akhir acara, Kepala Badan POM mengingatkan agar masyarakat mampu mengedukasi diri sendiri dan keluarga secara mandiri, terutama di Era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), dengan menjaga disiplin serta mengingatkan orang-orang sekitar agar selalu menjalankan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) dan protokol kesehatan.
“Selalu pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, istirahat dan olahraga yang benar, serta konsumsi Obat dan Makanan aman, bermanfaat, dan bermutu.” tutup Penny K. Lukito. (HM-Rizky)
Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan
