Generasi Muda Pilar Utama Menuju Indonesia Emas 2045

20-05-2025 Kerjasama dan Humas Dilihat 651 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta – “Pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan bangsa. Benih-benih perubahan akan tumbuh menjadi pohon pengetahuan dan inovasi untuk memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat”. Kalimat tersebut disampaikan oleh Kepala BPOM Taruna Ikrar, saat menyampaikan orasi ilmiah dengan tema “Generasi Muda Cerdas Berintegritas untuk Indonesia Emas” pada acara Wisuda Semester Gasal Tahun Akademik 2024/2025 Universitas Pancasila, Selasa (20/5/2025).

Taruna Ikrar dengan rasa bangga mengucapkan selamat kepada sekitar 800 orang wisudawan dan wisudawati yang hadir. Wisuda hari ini bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, yang merupakan momen bersejarah bangsa Indonesia dalam mengenang lahirnya semangat kebangsaan dan persatuan. Semangat ini harus dijadikan kebangkitan para pemuda menghadapi tantangan zaman, memperkuat gotong royong, serta membangun masa depan Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Selanjutnya Taruna Ikrar menyampaikan orasi ilmiahnya di hadapan Pejabat Sementara (Pjs) Rektor Universitas Pancasila Adnan Hamid; Wakil Rektor Bidang Pembelajaran, Kurikulum, Mahasiswa, dan Alumni Arissetyanto Nugroho; Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Handrito Hardjono; Pembina Universitas Pancasila Jenderal TNI (Purn.) Agum Gumelar; seluruh sivitas akademika Universitas Pancasila, serta para wisudawan dan wisudawati.

Pemerintah telah menetapkan visi pada 100 tahun kemerdekaan, yaitu Indonesia Emas 2045 “Negara Nusantara berdaulat, maju, dan berkelanjutan”. Sumber daya manusia sehat dan berkualitas merupakan modal dasar dalam mewujudkan visi tersebut, namun masih banyak tantangan yang harus dihadapi, di antaranya masalah stunting dan penyakit tidak menular (PTM). Di sisi lain, Indonesia sebenarnya memiliki berbagai potensi yang dapat dimanfaatkan, yaitu bonus demografi, indeks pembangunan manusia Indonesia yang terus meningkat, serta pertumbuhan ekonomi.

“Perguruan tinggi adalah mitra strategis BPOM dalam menjalankan tugas pengawasan obat dan makanan. Kemitraan ini dilaksanakan sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat”, tambah Taruna Ikrar.

Implementasi kerja sama konkret antara BPOM dengan perguruan tinggi terkait dengan kemandirian industri difokuskan dalam upaya melakukan hilirisasi hasil penelitian dan pengembangan obat dan makanan. “Hingga Mei 2025, BPOM memiliki 179 kerja sama dengan perguruan tinggi”, jelas Taruna lagi.

Pengawasan obat dan makanan berperan sangat vital dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta perekonomian nasional. Kerja sama BPOM dengan melibatkan peran serta dunia kampus sebagai bagian upaya pengawasan obat dan makan menjadi hal yang penting. 

Generasi muda diharapkan dapat berperan dalam membangun quality culture. Budaya tersebut diimplementasikan untuk menjaga kualitas nilai-nilai, kebiasaan, dan sikap kolektif dalam suatu organisasi yang senantiasa memprioritaskan dan mengutamakan kualitas serta kepatuhan terhadap regulasi. Pembangunan quality culture ini harus dimotori oleh generasi muda untuk mengakselerasi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Penggunaan artificial intelligence (AI) juga turut disinggung oleh Taruna Ikrar dalam orasi ilmiahnya. Menurutnya, AI telah menjadi salah satu revolusi besar di bidang obat dan makanan. AI membantu mempercepat, menurunkan cost, dan meningkatkan akurasi proses. Generasi muda dapat berkontribusi besar dalam menciptakan produk inovatif baru yang efisien, aman, dan tepat sasaran.

“Semoga orasi ini dapat memberikan gambaran bagi seluruh wisudawan tentang bagaimana peran strategis pengawasan obat dan makanan berbasis inovasi dan teknologi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia,” tutup Taruna Ikrar. (HM-Rahman) 

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana