Gerakan Nasional Revolusi Mental di Badan POM

16-09-2015 Hukmas Dilihat 2315 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Badan Pengawas Obat dan Makanan melaksanakan upacara dalam rangka Pencanangan Tekad Gerakan Nasional Revolusi Mental pada 16 September 2015. Bertindak sebagai Inspektur upacara, Kepala Badan POM, Roy Sparringa, dan petugas upacara para Calon Aparatur Sipil Negara Badan POM. Upacara yang digagas oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tersebut juga serentak dilaksanakan di seluruh Balai Besar / Balai POM.

 

Kepala Badan POM dalam amanatnya menyampaikan bahwa ada tiga nilai utama dalam revolusi mental yaitu integritas, kerja keras, dan gotong royong. Ketiga nilai tersebut tercermin dalam Budaya Organisasi Badan POM: PIKKIR (Profesional, Integritas, Kredibel, Kerjasama, Inovatif, dan Responsif), yang merupakan nilai-nilai luhur untuk diyakini, dihayati, dan diamalkan oleh seluruh pegawai Badan POM dalam melaksanakan tugasnya guna mewujudkan good governance di bidang pengawasan Obat dan Makanan.

 

Gerakan revolusi mental merupakan sebuah gerakan yang mengubah cara pandang, cara pikir, cara bersikap, dan cara berperilaku yang seluruhnya berorientasi pada kemajuan untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Bung Karno menyebutkan revolusi mental sebagai gerakan hidup baru yang bertujuan untuk menanamkan optimisme dan daya kreatif di kalangan rakyat guna menghadapi berbagai rintangan dan kesulitan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

 

Revolusi mental harus diterapkan secara konsisten diawali dengan niat perubahan secara fundamental yang disertai dengan tindakan nyata dalam berbagai aspek meliputi peningkatan kinerja dan peningkatan mutu pelayanan publik menjadi pemerintah yang bersih dan melayani. Oleh karena itu, dia menegaskan kepada para pegawai dan terutama para pimpinan di Lingkungan Badan POM sebagai role model untuk lebih melayani, bukan dilayani.

 

Ke depan, tugas dan tanggungjawab pengawasan yang dilakukan Badan POM akan menghadapi tantangan yang semakin berat dengan semakin luas, dan kompleks nya permasalahan yang dihadapi dan disertai perubahan lingkungan yang semakin dinamis. Untuk itu Roy menghimbau agar seluruh ASN Badan POM terus meningkatkan kinerja baik dari segi kuantitas, kualitas, maupun kecepatan kerja. “Selesaikan pekerjaan dengan mengerahkan segala kemampuan untuk hasil kualitas terbaik dan tepat waktu, karena kita bekerja untuk hari esok yang lebih baik bagi bangsa dan generasi masa depan,” tegasnya. (HM-20)

 

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana