Global Food Safety Partnership (GFSP) secara formal didirikan pada tahun 2012 yang dikembangkan dari Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) Food Safety Cooperation Forum (FSCF). GFSP mendorong dan memfasilitasi kemitraan sektor publik, swasta, dan akademia dalam program capacity building keamanan pangan di negara berkembang dan middle income countries untuk meningkatkan kesehatan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi. Bank Dunia sebagai fasilitator dan sekretariat GFSP berperan menggalang sumberdaya sehingga program kerja GFSP dapat diimplementasikan dengan baik.
Indonesia sebagai negara dengan populasi terbesar ke-4 sekaligus ekonomi terbesar ke-16 di dunia berkepentingan untuk meningkatkan perannya dalam keamanan pangan global. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) selaku instansi penjuru keamanan pangan di Indonesia memandang partisipasi dalam GFSP diperlukan untuk membuka peluang kemitraan internasional, menjadi trigger dalam sinergisme berbagai sektor terkait di bidang keamanan pangan melalui pendekatan public private partnership, dan memperluas jejaring keamanan pangan global terutama sumberdaya expertise dan capacity building terkini. Oleh karena itu, BPOM menginisiasi pengajuan usulan Comprehensive Investment in Enhancing the Food Safety System in Indonesia: Capacity Development Needs Assessment. GFSP menyambut baik dan mendukung itikad BPOM untuk melakukan need assessment untuk capacity building keamanan pangan yang ditindaklanjuti dengan pelaksanaan misi oleh GFSP governing council (GFSP GC) pada tanggal 25-26 Januari 2016 di Jakarta..
Indonesia merupakan negara pertama yang dikunjungi oleh GFSP GC sejak GFSP berdiri. Mr Nathan Belete, Practice Manager, The Agriculture and Food Global Practice for East Asia and Pacific Region World Bank dan juga Chair of the GFSP council memimpin delegasi GFSP GC yang beranggotakan perwakilan dari Food and Agriculture Organization (FAO), United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), Grocery Manufacturers Association (GMA), Waters Corporation, dan Food Industry Asia (FIA). Tujuan misi ini adalah memperdalam pemahaman GFSP GC tentang isu dan tantangan keamanan pangan nasional serta strategi dan upaya yang diperlukan untuk meningkatkan keamanan pangan di Indonesia.
Pertemuan GFSP GC dan lintas sektor keamanan pangan di kantor BPOM pada tanggal 25 Januari 2016 menjadi forum berbagi informasi dan diskusi terkait isu serta tantangan keamanan pangan di Indonesia dari berbagai perspektif yang berbeda. Kepala BPOM, Roy Sparringa, mengawali sesi presentasi dengan materi bertajuk Food Safety System in Indonesia yang memberikan deskripsi umum kebijakan dan regulasi, pembagian kewenangan pengawasan dan pembinaan, serta jejaring lintas sektor keamanan pangan di Indonesia. Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian, Sri Mukartini, menyampaikan materi selanjutnya yang mengulas tentang isu, tantangan, dan strategi peningkatan keamanan pangan produk susu. Selain sektor peternakan, isu dan tantangan keamanan pangan di bidang perikanan juga dibahas dalam paparan materi oleh Kepala Bidang Inspeksi dan Verifikasi Kementerian Kelautan dan Perikanan, Tri Handayani. Sedangkan perspektif akademia tentang isu dan tantangan keamanan pangan diuraikan oleh Koordinator Mutu dan Keamanan Pangan, Puspo Edi Giriwono, yang mewakili Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology Center (SEAFAST Center) dalam presentasinya pada pertemuan ini. Sekjen Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI), Ardiansyah, dan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi Lukman, turut memperkaya pembahasan isu dan tantangan peningkatan keamanan pangan di Indonesia dari sudut pandang profesional ahli teknologi pangan dan industri pangan. Sesi diskusi yang dipandu oleh Chair of International Union of Food Science and Technology (IUFoST) Education Committee, Aman Wirakartakusumah, menjadi ajang bertukar pikiran dan informasi antara delegasi GFSP GC dan peserta lintas sektor mengenai materi yang telah dipresentasikan secara khusus maupun isu-isu lain terkait keamanan pangan di Indonesia secara umum.
Kunjungan ke Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPOMN) menjadi kegiatan GFSP GC pada tanggal 26 Januari 2016. Kepala PPOMN, Anny Sulistiowati, dan tim menjelaskan tentang sumberdaya dan fasilitas untuk menunjang pengawasan keamanan pangan nasional serta partisipasi PPOMN dalam jejaring laboratorium nasional, regional, dan internasional. Misi GFSP GC diakhiri dengan wrap up and next step meeting bersama Kepala BPOM dan jajarannya. Sebagai tindak lanjut, diskusi teknis perlu dilakukan untuk membahas secara mendalam dan spesifik untuk setiap aspek value chain yang ingin dianalisis serta bagian yang perlu mendapat prioritas.
