Korea Selatan - Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPOM RI, L. Rizka Andalusia hadir di Korea Selatan untuk menghadiri rangkaian kegiatan The Asia-Pacific Food Regulatory Authority Summit (APFRAS) Ke-23 yang berlangsung di Seoul, Korea Selatan pada 13 Mei 2024. Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat kerja sama keamanan pangan antara Indonesia dengan negara-negara anggota APFRAS lainnya. Sekaligus untuk mendorong kemajuan sistem keamanan pangan di kawasan Asia-Pasifik.
Selama berada di Korea Selatan, Plt. Kepala BPOM menghadiri serangkaian kegiatan. Diawali dengan memberikan pidato sambutan pada The 23rd Food Safety Day Celebration. Dalam pidatonya, beliau menekankan komitmen Indonesia terhadap keamanan pangan dan pentingnya membangun kerja sama internasional.
Kemudian Plt. Kepala BPOM berkesempatan untuk memperkenalkan BPOM dan pencapaian Indonesia di bidang keamanan pangan kepada Perdana Menteri Korea Selatan, Han Deok-Soo pada momen VIP Talks. Di kesempatan tersebut, Ia membahas harapan untuk kolaborasi yang lebih erat dengan organisasi internasional, seperti Food and Agriculture Organization (FAO) dan World Health Organization (WHO) terkait keamanan pangan.
Selanjutnya, Plt. Kepala BPOM bersama dengan 10 kepala delegasi anggota APFRAS menyampaikan pernyataan pada sesi konferensi APFRAS. L. Rizka Andalusia kembali menegaskan komitmen Indonesia dalam memastikan keamanan pangan di Asia Pasifik dalam forum APFRAS Ke-23.
“Indonesia patuh pada standar internasional, fokus pada perlindungan konsumen, dan mendukung produksi pangan berkelanjutan. Sistem keamanan pangan terintegrasi di Indonesia, dengan peran utama dari BPOM, memastikan kualitas dan nilai gizi pangan di seluruh rantai pasokan,” ujar Plt. Kepala BPOM.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antar negara, lembaga, dan industri melalui APFRAS untuk meningkatkan keamanan pangan global. Teknologi mutakhir, seperti verifikasi real-time dan kecerdasan buatan (artificial intelligent) perlu terus dipelajari untuk memperkuat sistem keamanan pangan. Dengan fokus utama yang dituju adalah harmonisasi standar, peningkatan gizi anak, dan komitmen bersama.
“Kolaborasi menjadi kunci. Melalui APFRAS, Indonesia siap berkolaborasi dan berinovasi untuk membangun masa depan keamanan pangan yang lebih baik bagi semua,” tegasnya lagi.
Keikutsertaan BPOM dalam APFRAS Ke-23 merupakan bentuk komitmen Indonesia untuk berkontribusi aktif dalam penguatan sistem keamanan pangan di kawasan Asia-Pasifik. Selama mengikuti rangkaian kegiatan APFRAS tahun ini, Plt. Kepala BPOM berupaya untuk terus mempromosikan pencapaian Indonesia di bidang keamanan pangan.
Pertemuan ini juga menjadi ajang untuk mempelajari praktik terbaik (best practice) dari negara lain di kawasan Asia Pasifik untuk bisa diadopsi di sistem keamanan pangan Indonesia. Termasuk mendorong harmonisasi standar keamanan pangan untuk memfasilitasi perdagangan pangan antar negara. Selain itu, juga untuk membangun jejaring dan kerja sama dengan otoritas keamanan pangan negara lain serta organisasi internasional, yang nantinya dapat mendukung akses bagi Indonesia terhadap pangan yang aman, sehat, dan berkualitas.
Dalam kunjungannya kali ini, Plt. Kepala BPOM turut mengadakan pertemuan bilateral dengan otoritas keamanan pangan Korea Selatan (Ministry of Food and Drug Safety/MFDS) untuk membahas kelancaran perdagangan pangan antara kedua negara. Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan bersama untuk mengatasi hambatan teknis dan prosedur yang selama ini masih menjadi kendala pada ekspor produk pangan Indonesia ke Korea Selatan, seperti pengakuan inspeksi good manufacturing practices (GMP) kedua regulator dan percepatan izin produk susu Indonesia di Korea Selatan. (KS/HM-Herma)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
