Hadiri Peresmian Kampus Bela Negara Unhan, BPOM Siap Perkuat Kolaborasi Strategis

11-06-2025 Kerjasama dan Humas Dilihat 302 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta — BPOM menghadiri undangan dari Rektor Universitas Pertahanan RI (Unhan) pada peresmian kampus bela negara yang berlokasi di Kawasan Indonesia Peace and Security Center (IPSC) Sentul, Jawa Barat pada Rabu (11/6/2025). Pelaksana harian (Plh.) Kepala BPOM Jayadi hadir pada momen tersebut secara langsung mewakili Kepala BPOM.

Peresmian kampus bela negara yang diberi nama Kampus Bhinneka Tunggal Ika tersebut dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Beliau didampingi oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Rektor Unhan Anton Nugroho, Panglima Tentara Nasional Indonesia Agus Subiyanto, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo, dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. 

Peresmian turut dihadiri oleh Presiden ke-6 RI Prof. (H.C.) Susilo Bambang Yudhoyono serta serta Guru Besar Unhan seperti Prof. Jimly Asshiddiqie, Prof. Purnomo Yusgiantoro, Prof. Asep Adang Supriyadi, dan Prof. Marsetio. Hadir pula Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, rektor perguruan tinggi negeri dan swasta, serta direktur utama badan usaha milik negara (BUMN).

Kampus bela negara adalah istilah untuk perguruan tinggi yang memiliki program khusus untuk menanamkan kesadaran bela negara pada civitas akademiknya. Tujuan utama dari program tersebut adalah untuk membentuk mahasiswa generasi muda yang memiliki semangat dan kesiapan dalam membela negara, berperan aktif dalam pembangunan dan pertahanan negara, serta memiliki rasa cinta tanah air.

“Lembaga pendidikan merupakan penentu keberhasilan kita sebagai bangsa berhasil,” ujar Presiden Prabowo. “APBN kita mengajukan sektor pendidikan mendapat porsi alokasi anggaran yang tertinggi dari seluruh anggaran negara, tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. Undang-Undang mengamanatkan 20% APBN untuk pendidikan, namun sekarang [alokasi] kita lebih dari itu,” lanjutnya. 

Prabowo menyampaikan penghargaan tertinggi kepada pendiri Unhan, yaitu Presiden ke-6 RI Prof. (H.C.) Susilo Bambang Yudhoyono. Ia menyebut SBY merupakan sosok yang visioner, memikirkan kader-kader bangsa untuk masa depan. “Kita bersyukur dan berbahagia bahwa hari ini, peresmian dihadiri langsung oleh yang mendirikan dan merintis universitas ini,” pungkas Prabowo.  

SBY juga mengutarakan apresiasinya atas kepemimpinan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI saat ini. Ia yakin bahwa Unhan, dengan dukungan dari Presiden RI, akan dapat melahirkan patriot-patriot baru yang dibutuhkan negara. “Tak hanya itu, tapi juga lahirnya para pemikir, ahli strategi yang menguasai perkembangan global, geopolitik, perdamaian, keamanan, dan ekonomi dunia. Dengan semangat dan energi yang baru, indonesia akan menjadi bagian dari solusi dan mengambil andil dalam menjaga ketertiban dunia, sesuai dengan amanah konstitusi,” pesan SBY. Terakhir, SBY mendoakan bangsa indonesia semakin maju, sejahtera, mendapatkan keadilan, serta dihormati oleh bangsa-bangsa lain di dunia. 

Unhan merupakan salah satu perguruan tinggi yang telah berkolaborasi bersama BPOM dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kolaborasi yang dibangun adalah dalam menyelenggarakan Pelatihan Food Safety and Hygiene bagi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

“Sebanyak 2.001 SPPI telah dilatih untuk mendalami materi food safety and hygiene dan tahun 2025, BPOM menargetkan 32.000 SPPI akan dilatih oleh instruktur BPOM,” ujar Jayadi saat dikonfirmasi tanggapannya terkait peresmian Kampus Bela Negara Unhan. 

“Saya masih ingat ketika Bapak Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan, beliau mendirikan Fakultas Farmasi Unhan yang telah menghasilkan 184 lulusan mahasiswa. Pak Prabowo berharap lulusan Unhan bisa bekerja di BPOM,” tambahnya.

Jayadi menegaskan BPOM membuka lebar pintu untuk terwujudnya kerja sama dalam pembentukan pabrik farmasi pertahanan negara sesuai aturan yang berlaku, bersinergi dalam menurunkan harga obat, serta membentuk kemandirian bahan baku obat sebagai bagian dari pertahanan nasional. Ke depan, BPOM dan Kemenhan akan sepakat untuk mengundangkan kerja sama antara dua institusi pemerintahan. Penandatanganan direncanakan akan dilaksanakan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia tahun 2025. (HM-Rizky)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana