Hari Jamu Nasional 2025, BPOM Dorong Generasi Muda Hidup Sehat dengan Jamu

27-05-2025 Kerjasama dan Humas Dilihat 1199 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Jakarta – Bertepatan dengan peringatan Hari Jamu Nasional yang jatuh pada Selasa (27/5/2025), BPOM selenggarakan Talkshow dengan tema “Jamu menjaga tradisi, menyatukan generasi”. Sesuai tema yang diusung, talkshow ini menjadi salah satu bentuk strategi BPOM dalam melestarikan jamu sebagai bagian dari gaya hidup sehat bagi masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda.

Kepala BPOM Taruna Ikrar hadir secara langsung menjadi narasumber talkshow. Narasumber lainnya adalah Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat, sebagai tokoh industri jamu nasional, serta public figure Ahmad El Jallaludin Rumi (El Rumi) dan diikuti oleh sekitar 235 peserta, baik secara luring maupun daring, dari kementerian/lembaga, pelaku usaha obat bahan alam (OBA), asosiasi, komunitas, pelajar dan mahasiswa, platform marketplace, serta media massa.

Jamu Indonesia sudah mendunia melalui pengakuan oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pada 6 Desember 2023 sebagai warisan budaya tak benda. Tren masyarakat global yang mengusung konsep back to nature juga menjadi peluang yang potensial bagi pasar Indonesia untuk melakukan ekspor produk OBA. Namun, Indonesia sebagai tuan rumah sumber daya alam tersebut tentunya perlu lebih dulu meneruskan dan mengembangkan warisan budaya tersebut.

“Harus ada program yang jelas dan strategi yang tepat untuk mengembangkannya. Untuk itu, BPOM mengembangkan konsep kolaborasi ABG (academic, business, government). Kerja sama ini menjadi kunci dalam pengembangan jamu,” jelas Taruna Ikrar dalam paparannya.

“Di hari jamu ini, kami ingin menggalang sebanyak mungkin pelaku usaha yang dapat mengusahakan [pengembangan jamu]. Pengembangan OBA tentu memerlukan inovasi, maka selanjutnya kami menggandeng kampus-kampus untuk menghasilkan inovasi produk dengan output yang diharapkan adalah produk inovasi terstandar dengan hasil yang baik. Dari sisi BPOM, kami melalui Kedeputian Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik mengupayakan regulasi serta memberikan pendampingan yang memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya,” tambahnya.

Setuju dengan pernyataan tersebut, Irwan Hidayat juga menyebut bahwa salah satu cara agar kekayaan alam Indonesia dapat dimanfaatkan dengan baik adalah melalui pendekatan berbasis ilmiah. “Supaya bisa diterima secara akal. Dan itu bisa dilakukan, dengan aturan-aturan yang dibuat BPOM untuk memfasilitasi, saya kira kekayaan alam kita bisa dimanfaatkan dengan baik,” imbuhnya.

Poin penting selanjutnya dari pengembangan tersebut adalah strategir menurunkan budaya minum jamu agar dapat terjaga kontinuitasnya dari generasi ke generasi. Di sinilah peran penting dari generasi muda Indonesia, sebagai bibit dari generasi emas 2045, menjadi sangat penting.

Cara yang dilakukan, salah satunya adalah melalui acara hari Ini, sebagai strategi promosi, KIE (komunikasi, informasi, dan edukasi) untuk membangun minat masyarakat bahwa hidup kita tidak lengkap tanpa minum jamu. Kepala BPOM menyebut bahwa generasi muda saat ini telah mengalami pergeseran budaya sebagai akibat dari digitalisasi. Untuk itu, diperlukan strategi komunikasi yang inovatif dan kreatif agar memastikan kontinuitas budaya minum jamu dapat terwujud.

El Rumi mengutarakan pandangannya bahwa tren minum jamu di kalangan generasi muda memang masih kurang. “Dibandingkan dengan tren kopi kekinian atau minuman boba, padahal konsumsi jamu lebih sehat. Ini mungkin karena kurangnya edukasi dan anak-anak muda harus lebih membuka ruang untuk menerima jamu sebagai gaya hidup,” tuturnya.

Sebagai public figure yang dikenal aktif mengampanyekan gaya hidup sehat, El Rumi mencoba untuk menginspirasi anak muda untuk memperhatikan keseimbangan aktivitas fisik dengan nutrisi dari asupan ke dalam tubuh. “Kebetulan aku cukup aktif olahraga. Jadi, aku coba inspire followers-ku agar tidak hanya itu [olahraga], tapi apa yang kita makan dan kita minum juga harus baik. Salah satunya dengan minum jamu,” ungkapnya.

Sebagai bentuk perayaan Hari Jamu Nasional dan tanda loyalitas terhadap jamu sebagai budaya bangsa, dalam kegiatan ini dilakukan kegiatan minum jamu bersama. Representatif simbolis minum jamu dilakukan oleh Kepala BPOM, pelaku usaha OBA, perwakilan komunitas Mbok Jamu Gendong, serta perwakilan barista jamu, serta diikuti oleh seluruh peserta yang hadir luring.

Sebagai rangkaian dari puncak kegiatan, hari ini Kepala BPOM memberikan penghargaan kepada 5 industri atas kontribusinya dalam pengembangan OBA, yaitu PT Bintang Toedjoe, PT Sido Muncul, PT Deltomed Laboratories, PT. Dexa Medica, dan PT Phytochemindo Reksa. Selain itu, juga dilakukan simbolis penyerahan nomor izin edar untuk OBA (PT Warase Herbal Khatulistiwa), obat herbal terstandar (PT Royal Medicalink), dan kosmetik (PT Hue Pesona Indonesia), serta persetujuan pelaksanaan uji klinik (PPUK) kepada pelaku usaha (PT Soho Industri Farmasi) dan universitas (Universitas Padjadjaran).

Kepala BPOM juga menyerahkan hadiah kepada pemenang Lomba Konten Kreatif yang diraih oleh pemilik akun media sosial @RRRIFAR. Pemenang terpilih dari 100 konten kreatif yang tersaring oleh panitia. Juga terdapat pameran produk jamu inovatif yang diisi oleh 14 booth dari berbagai UMKM dan industri OBA, suplemen kesehatan, dan kosmetik nasional.

Acara hari ini merupakan puncak dari rangkaian agenda Pekan Jamu 2025 yang telah digelar BPOM sejak 19—26 Mei 2025. Selama sepekan, BPOM menyelenggarakan berbagai kegiatan, antara lain Lomba Konten Kreatif, Webinar “Unlock The Market” dengan topik Registrasi Produkmu dengan Cara yang Tepat, Focus Group Discussion (FGD) Perkuatan Natural Cosmetic Indonesia, dan Webinar Bisa UMKM (Bincang-Bincang Bersama UMKM). BPOM juga menggelar BPOM Dekat (BPOM Desk Konsultasi Terintegrasi), di mana pelaku usaha dapat berkonsultasi dengan petugas pelayanan publik di Kedeputian Bidang Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik. (HM-Herma)

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana