Hari Lahir Pancasila ke-75: Ujian Menumbuhkan Daya Juang Berbangsa di Tengah Pandemi

01-06-2020 Kerjasama dan Humas Dilihat 2435 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Jakarta - Tahun ini peringatan Hari Lahir Pancasila terasa berbeda karena adanya pandemi COVID-19. Tidak seperti tahun sebelumnya, kali ini Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila ke-75 dilakukan secara virtual dipimpin Presiden RI Joko Widodo dari Istana Bogor. Upacara dihadiri Wakil Presiden RI Ma''ruf Amin dan pejabat Kementerian/Lembaga secara terbatas, serta diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk ASN Badan POM serentak di seluruh Indonesia melaui siaran langsung stasiun televisi nasional TVRI dan media sosial Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Senin (1/6).

Peringatan Hari Lahir Pancasila di tengah pandemi COVID-19 yang mewabah di seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia, merupakan ujian yang harus diselesaikan dengan semangat gotong royong. Hal ini menjadi tema peringatan Hari Lahir Pancasila ke-75 "Pancasila dalam Tindakan Melalui Gotong Royong Menuju Indonesia Maju".

"Hari Lahir Pancasila yang kita laksanakan di tengah pandemi menguji daya juang kita sebagai bangsa, menguji pengorbanan kita, menguji kedisiplinan kita menguji kepatuhan kita, menguji ketenangan dalam mengambil langkah kebijakan yang cepat dan tepat dalam menghadapi semua ujian tersebut," seru Presiden RI Joko Widodo mengawali pidatonya.

Presiden menekankan pentingnya merefleksikan gotong royong sebagai salah satu nilai luhur Pancasila untuk mengatasi pandemi COVID-19. "Kita bersyukur Pancasila menjadi bintang untuk menggerakkan persatuan dalam mengatasi semua tantangan, menggerakkan rasa kepedulian untuk saling berbagi memperkokoh persaudaraan dan kegotongroyongan, meringankan beban seluruh anak negeri dan menumbuhkan daya juang dalam mengatasi kesulitan dan tantangan yang kita hadapi," jelas Presiden.

Tantangan pandemi yang dihadapi bangsa ini tidaklah mudah. Tahun ini atau bahkan tahun depan situasi sulit masih akan terjadi. "Saya mengajak seluruh penyelenggara negara  pusat dan daerah untuk melayani masyarakat tanpa membedakan kelompok ras dan agama serta memenuhi kewajiban kita melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan juga mengajak seluruh elemen bangsa di manapun berada dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Pulau Rote untuk memperkokoh tali persatuan dan persaudaraan saling membantu dan saling bergotong-royong," ajak Presiden.

Presiden optimis bahwa bangsa kita adalah bangsa pemenang dalam menghadapi setiap tantangan. "Mari buktikan ketangguhan kita dengan inovasi dan karya nyata kita tidak boleh berhenti berkreasi berinovasi dan berprestasi di tengah pandemi COVID-19 ini. Mari kita menangkan masa depan, kita wujudkan cita-cita luhur para pendiri bangsa bahwa kita adalah bangsa yang kuat bukan hanya mampu menghadapi tantangan tetapi menjadi sebuah lompatan kemajuan," ucap Presiden.

Sementara itu, Kepala Badan POM RI Penny K. Lukito mengajak jajarannya menjadikan momentum Hari Lahir Pancasila untuk terus bekerja melakukan berbagai upaya dalam percepatan penanganan pandemi COVID-19. Sampai saat ini Badan POM sebagai bagian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 terus berupaya optimal mengerahkan segala sumber daya di pusat dan daerah. Diantaranya melalui penerbitan sejumlah pedoman, percepatan izin pemasukan obat darurat, pendampingan uji klinik, peminjaman mobil insinerator, bahkan pemeriksaan spesimen COVID-19 baik secara mandiri di laboratorium Badan POM yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, maupun peminjaman alat Real Time-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) kepada pemerintah daerah.

Bertindak sebagai petugas upacara yakni pembaca teks Pancasila Ketua MPR Bambang Soesatyo, pembaca teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Ketua DPR Puan Maharani, dan pembaca doa Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Hari Lahir Pancasila diperingati setiap 1 Juni. Tahun ini, keempat kalinya Hari Lahir Pancasila diperingati secara nasional. Presiden Joko Widodo, pada 2016, mengeluarkan keputusan bahwa 1 Juni ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila. Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 yang ditandatangani Presiden Jokowi di hadapan tokoh nasional saat peringatan pidato Bung Karno di Bandung. (HM-Fathan)

Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana