Jakarta – Badan POM mendapat kesempatan untuk menjadi salah satu panelis dalam kegiatan Health Talks on Food Safety yang diselenggarakan oleh World Health Organization (WHO). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Plenary Session terkait WHO Global Strategy for Food Safety pada hari Rabu, 8 Juni 2022 secara daring.
Indonesia merupakan negara besar dengan sistem pangan yang kompleks dengan permasalahan keamanan pangan yang juga tidak kalah kompleks. Badan POM sebagai otoritas keamanan pangan olahan dinilai oleh WHO telah memiliki pengalaman pada manajemen pengawasan keamanan pangan olahan, terutama terkait manajemen keamanan pangan di pasar tradisional yang menjadi salah satu program prioritas WHO.
Kegiatan ini juga bertepatan dengan tanggal 7 Juni 2022 yang diperingati sebagai Hari Keamanan Pangan Dunia/World Food Safety Day (WFSD). Peringatan ini bertujuan memobilisasi aksi untuk mencegah, mendeteksi, dan mengelola risiko penyakit yang disebabkan oleh pangan dan meningkatkan kesehatan manusia.
Tema yang diusung pada tahun 2022 adalah “Safer Food, Better Health”, yang menekankan bahwa pangan hanya akan memberikan manfaat gizi apabila pangan itu aman. High Level Forum tersebut dibuka oleh Asisten Direktur Jenderal WHO bidang Universal Health Coverage (UHC)/Healthier Population, Dr. Naoko Yamamoto dan dimoderatori oleh Direktur Food Safety and Nutrition WHO, Dr. Francesco Branca.
Panelis yang hadir dalam Plenary Session tersebut, di antaranya Direktur Riset Keamanan Pangan, Badan Pangan, Lingkungan, dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Prancis, Dr. Anne Brisabois, yang menyampaikan terkait implementasi One Health di negaranya. Selanjutnya, Direktur Jenderal Biro Kebijakan Keamanan Pangan, Kementerian Keamanan Obat dan Makanan, Republik Korea Selatan, Mr. Osang Kwon, yang menyampaikan tentang keberhasilan program pangan konsumsi anak sekolah di negaranya.
Badan POM, dalam kesempatan ini menyampaikan pengalaman-pengalaman yang telah dilakukan dalam pengawasan keamanan pangan di Indonesia, yaitu fokus pada strategi dan program prioritas dalam pengawasan keamanan dan gizi pangan. Fokus strategi Badan POM untuk meningkatkan level keamanan dan gizi pangan, antara lain:
- Budaya keamanan pangan di Indonesia yang berprinsip bahwa keamanan pangan merupakan urusan seluruh pihak mulai dari pelaku usaha, pemerintah, konsumen, dan akademisi, serta pemangku kepentingan terkait;
- Pembentukan sistem pangan berkelanjutan dan berbasis sains;
- Memastikan rantai pasokan makanan yang aman dan didukung oleh komitmen dari industri pangan untuk memastikan pangan yang aman dan bergizi sejak produksi sampai dengan konsumsi.
Badan POM juga menyampaikan program-program prioritas di bidang keamanan pangan dan gizi yaitu Desa Pangan Aman, Pasar Aman Berbasis Komunitas, dan Pangan Jajanan Anak Sekolah.
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
