Identifikasi Kebutuhan Pengawalan Peningkatan Ekspor Farmasi Nasional

24-09-2019 Direktorat Pengawasan Keamanan, Mutu dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Dilihat 2236 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Masih dalam kegiatan “Asistensi Regulatori untuk Meningkatkan Daya Saing di Bidang Farmasi dan Ekonomi Nasional” yang diselenggarakan pada 23 September 2019 di Hotel Aryaduta Bandung, BPOM merasa perlu untuk melakukan identifikasi permasalahan terkait ekspor obat dalam rangka pengawalan peningkatan ekspor farmasi nasional.

“Berkaca dari India, yang memiliki sekitar 45% produk ekspor dari total produk obat yang terdaftar, bahkan bisa menembus pasar Amerika Serikat, kita harus yakin dengan kemampuan industri farmasi dan kualitas produk dalam negeri”, ucap Dra. Tri Asti Isnariani, Apt., M.Pharm. selaku Direktur Pengawasan Keamanan, Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif (kedua dari kiri pada foto)

Berdasarkan survey awal yang dilakukan dan diikuti oleh 41 responden dari berbagai Industri Farmasi, sebanyak 51% beranggapan bahwa kendala ekspor adalah terkait pengetahuan terhadap akses pasar, sebanyak 41% beranggapan bahwa mengalami kendala terkait persyaratan larangan-pembatasan (lartas) di negara tujuan ekspor, dan sisanya menganggap bahwa kendala ekspor adalah kualitas produk farmasi. 

“Begitu rendahnya anggapan bahwa kualitas produk adalah hambatan ekspor, menunjukan bahwa sebenarnya Industri Farmasi kita siap”, tambah beliau.

Responden dari berbagai Industri Farmasi berharap ke depannya, BPOM dapat memulai untuk melakukan sosialisasi terkait regulasi-regulasi ekspor berdasarkan negara tujuan serta melakukan lokakarya bekerja sama dengan Kementerian/Lembaga terkait untuk lebih meyakinkan Industri Farmasi untuk melakukan ekspor.

 

Direktorat Pengawasan Keamanan, Mutu, dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana