Informasi mengenai efek samping AINS Cox-2 selektif inhibitor dan non-selektif inhibitor di luar negeri menyatakan bahwa AINS Cox-2 selektif inhibitor dan non-selektif dapat menyebabkan peningkatan risiko kardiovaskuler terutama pada pasien dengan operasi Coronary Artery Bypass Graft (CABG). Selain itu juga diketahui bahwa risiko pada saluran cerna untuk AINS Cox-2 selektif inhibitor tidak lebih baik daripada AINS non selektif inhibitor.
AINS Cox-2 selektif inhibitor yang telah disetujui untuk beredar di Indonesia adalah Celecoxib, Etoricoxib, dan Parecoxib.
AINS non-selektif inhibitor yang telah disetujui untuk beredar di Indonesia adalah Ibuprofen, Fenbufen, Fenoprofen, Flurbiprofen, Ketoprofen, Naproksen, Nabumeton, Loxoprofen, Asetosal, Diflunisal, Etodolak, Indometasin, Meloksikam, Piroksikam, Tenoksikam, Natrium Diklofenak, Pottasium Diklofenak, Fenilbutazon, Propyphenazone, Isopropilfenazon, Asam Mefenamat, dan Oxyphenbutazone.
Dalam kaitan ini, Badan POM telah melakukan pembahasan dengan Komite Nasional Penilai Obat Jadi (KOMNAS POJ) pada tanggal 17 Januari 2006 dan diputuskan untuk mencantumkan boxed warning dan melakukan perbaikan klim peringatan pada brosur untuk semua AINS Cox-2 selektif inhibitor dan non-selektif (Boxed warning dan klim peringatan pada brosur terlampir).
Untuk memberikan perlindungan yang optimal pada masyarakat, pemantauan penggunaan obat di Indonesia secara terus-menerus tetap dilakukan oleh Badan POM.
|
Jakarta, April 2006
H. Sampurno |
|
Risiko Kardiovaskuler - AINS dapat menyebabkan peningkatan risiko trombotik
kardiovaskuler serius, infark miokard, dan stroke, yang dapat
berakibat fatal. Risiko ini meningkat dengan lamanya penggunaan. Pasien
dengan penyakit kardiovaskuler atau yang memiliki faktor risiko penyakit
kardiovaskuler (Lihat PERINGATAN).
Risiko pada Saluran Cerna - AINS menyebabkan peningkatan risiko efek samping serius pada saluran cerna, termasuk perdarahan, ulserasi, dan perforasi lambung atau usus, yang dapat berakibat fatal. Efek samping ini dapat terjadi kapanpun selama penggunaan, tanpa adanya gejala peringatan. Pasien lansia berisiko lebih besar untuk efek samping serius pada saluran cerna (Lihat PERINGATAN). |
PERINGATAN
EFEK KARDIOVASKULER
Kejadian trombotik Kardiovaskuler
Uji klinis dengan berbagai COX-2 selektif dan AINS nonselektif sampai dengan tiga tahun menunjukkan peningkatan risiko trombotik kardiovaskuler (KV) serius, infark miokard, dan stroke, yang dapat berakibat fatal. Semua AINS, baik COX-2 selektif maupun nonselektif, dapat menyebabkan risiko yang sama. Risiko meningkat pada pasien dengan penyakit KV atau memiliki faktor risiko penyakit KV. Untuk mengurangi risiko efek samping tersebut, AINS harus diberikan dengan dosis efektif terendah dan lama pengobatan sesingkat mungkin. Dokter dan pasien harus waspada terhadap terjadinya efek samping tersebut, walaupun tidak ada gejala KV sebelumnya. Pasien harus diberi informasi mengenai tanda dan/atau gejala KV serius dan langkah yang harus dilakukan jika tanda dan/atau gejala tersebut muncul.
Tidak ada bukti bahwa penggunaan bersama aspirin dapat mengurangi peningkatan risiko efek samping trombotik KV serius oleh AINS. Penggunaan AINS bersama dengan aspirin justru meningkatkan risiko efek samping serius pada saluran cerna. (lihat PERINGATAN Saluran Cerna).
Dua uji klinis yang besar dan berpembanding dengan AINS yang COX-2 selektif untuk pengobatan nyeri 10-14 hari setelah bedah pintas koroner menunjukkan peningkatan kejadian infark miokard dan stroke (lihat KONTRAINDIKASI).
Hipertensi
AINS, termasuk NAMA OBAT, dapat menyebabkan munculnya hipertensi baru atau memperberat hipertensi yang sudah ada yang dapat berakibat pada peningkatan efek samping KV. AINS dapat menurunkan efek antihipertensi tiazid atau diuretik kuat. AINS, termasuk NAMA OBAT, harus digunakan dengan hati-hati pada pasien hipertensi. Tekanan darah harus dimonitor sejak awal dan selama terapi dengan AINS.
Gagal Jantung Kongestif dan Edema
Retensi cairan dan edema telah terlihat pada beberapa pasien yang menggunakan AINS. NAMA OBAT harus digunakan dengan hati-hati pada pasien dengan retensi cairan atau gagal jantung.
Saluran Cerna – Risiko Ulserasi, Perdarahan, dan Perforasi
AINS, termasuk NAMA OBAT, dapat menyebabkan efek samping saluran cerna serius termasuk inflamasi, perdarahan, ulserasi, dan perforasi lambung dan usus yang dapat berakibat fatal. Efek samping serius ini dapat terjadi kapanpun, dengan atau tanpa gejala peringatan. Hanya satu dari 5 pasien yang mengalami efek samping serius pada saluran cerna atas menunjukkan gejala. Ulkus pada saluran cerna atas, perdarahan, atau perforasi yang disebabkan AINS terjadi pada sekitar 1% pasien yang diobati selama 3-6 bulan, dan pada kira-kira 2-4% pasien yang diobati selama satu tahun. Penggunaan yang lebih lama cenderung meningkatkan kemungkinan terjadinya efek samping saluran cerna serius. Namun terapi jangka pendek bukan berarti tanpa risiko.
AINS harus diresepkan dengan sangat hati-hati pada pasien yang memiliki riwayat penyakit tukak atau perdarahan saluran cerna. Pasien dengan riwayat tukak peptik dan atau perdarahan saluran cerna yang menggunakan AINS memiliki risiko terjadinya perdarahan saluran cerna 10 kali lipat dibandingkan dengan pasien tanpa faktor risiko tersebut. Faktor lain yang meningkatkan risiko perdarahan saluran cerna adalah penggunaan bersama kortikosteroid atau antikoagulan oral, penggunaan AINS yang lama, merokok, penggunaan alkohol, usia lanjut, dan status kesehatan yang buruk. Sebagian besar laporan spontan efek samping saluran cerna fatal terjadi pada pasien usia lanjut atau pasien yang sangat lemah. Oleh karena itu, perhatian khusus harus diberikan dalam mengobati populasi ini.
Untuk mengurangi risiko efek samping saluran cerna pada pasien yang diobati dengan AINS, dosis efektif terendah harus diberikan dengan lama pengobatan sesingkat mungkin. Dokter dan pasien harus waspada terhadap tanda dan gejala ulserasi dan perdarahan saluran cerna selama terapi dengan AINS. Jika dicurigai adanya efek samping saluran cerna yang serius, segera dilakukan evaluasi serta pengobatan tambahan. Untuk pasien berisiko tinggi, terapi alternatif yang tidak melibatkan AINS dapat dipertimbangkan.
