Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (Badan POM) di bawah kepemimpinan Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP sebagai Kepala Badan POM kembali mencetak inovasi teristimewa tahun 2019, yaitu mendapat penghargaan teristimewa peringkat I peserta terbaik pertama dari LAN (Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia) untuk Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional PKN II Angkatan XIII tahun 2019 yang diikuti oleh salah satu Direktur Badan POM yaitu Drs. Tepy Usia, Apt., M.Phil., Ph.D, Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik yang mengikuti PKN II di BPSDM Provinsi Bali. Dengan mentor Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Dra. Mayagustina Andarini, Apt. M.Si, Proyek Perubahan ini berhasil menjadi yang terbaik dengan penghargaan istimewa peringkat I dari 60 peserta yang mengikuti PKN tersebut dan ditutup secara resmi oleh Kepala LAN, Dr. Adi Suryanto M.Si pada tanggal 12 Oktober 2019 di Denpasar, Bali.
Proyek perubahan ini berjudul " Traditional Medicines for Health", yang diaktualisasikan dengan pembangunan SIP YAKIN ASIK. SIP YAKIN ASIK ( Sistem Percepatan Layanan Kajian Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik) merupakan sistem layanan berbasis online untuk pengajuan kajian ke Direktorat Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Badan POM, termasuk tersedianya database referensi ilmiah yang komprehensif.
Adapun yang menjadi tujuan pembangunan SIP YAKIN ASIK adalah: (1)Mempercepat Layanan Kajian Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik; (2) Mendukung pengembangan inovasi dan kreatifitas terkait Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik yang aman, bermanfaat dan bermutu; (3) Meningkatkan kesehatan dan pendapatan masyarakat; (4) Meningkatkan daya saing produk Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Indonesia; dan (5) Meningkatkan kunjungan pariwisata ke Indonesia.
SIP YAKIN ASIK ini memberikan manfaat bukan hanya kepada Badan POM tetapi juga kepada banyak sektor lain seperti pelaku usaha, masyarakat, universitas dan lembaga penelitian. Dengan dibangunnya sistem ini, maka akan semakin mendorong percepatan kajian dan mendorong pelaku usaha untuk semakin berinovasi dan berkreasi. Inovasi dan kreatifitas ini tentunya diiringi dengan mutu, keamanan dan manfaat yang terjamin sehingga produk pilihan di masyarakat akan meningkat. Selain itu dengan adanya kemudahan dalam mengakses data hasil kajian Badan POM oleh lintas sektor dapat dijadikan sebagai dasar penelitian dan pengembangan produk untuk hilirisasi.
Layanan pengkajian dengan SIP YAKIN ASIK dilakukan pada bidang Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik terkait bahan dan produk, dimana layanan ini sangat dinantikan dan akan dimanfaatkan oleh stakeholder internal BPOM dan eksternal. Layanan pengkajian dilakukan dengan time line 85 hari kerja, dihitung mulai sejak surat permohonan pengkajian dinyatakan lengkap pada proses verifikasi berkas sampai dikeluarkannya surat jawaban yang telah disahkan oleh Direktur.
Kedepannya, sistem ini direncanakan untuk terus berkembang sesuai dengan perkembangan kebutuhan, dan juga akan diperluas kolaborasi lintas sektor di tingkat nasional. Bila sistem telah berjalan cukup baik, dalam jangka panjangnya direncanakan untuk membangun koordinasi dan komitmen di tingkat internasional dan memperluas kolaborasi lintas sektor untuk membangun data base SIP YAKIN ASIK ditingkat internasional.
