Sebagai bentuk komitmen Badan POM RI untuk senantiasa mengoptimalkan kemitraan dengan pemangku kepentingan di berbagai lini, maka pada tanggal 15 Agustus 2012, Tim dari BPOM RI ikut serta dalam acara Inspeksi Mendadak (SIDAK) yang dipimpin oleh Ketua Tim Komisi IV DPR-RI dari fraksi PPP, H.M. Romahurmiziy, ST., MT. Dalam kunjungan tersebut, diikuti juga Tim dari Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Tim dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang Selatan.
Acara Inspeksi Mendadak (Sidak) ini bertujuan untuk meninjau ketersediaan, distribusi, harga pangan, dan keamanan pangan pada saat bulan ramadhan dan menjelang idul fitri 1433 H. Dalam kesempatan ini, target operasi berada di PD. Pasar Serpong dan Pasar Ciputat dengan sasaran utama para pedagang besar untuk sembilan bahan pokok, serta meninjau sentra pengusaha tahu dan tempe.
Saat berada di lokasi PD Pasar Serpong, Ketua Tim Komisi IV DPR – RI berbincang-bincang dengan para pedagang untuk mengetahui kondisi riil terutama yang menyangkut kenaikan harga serta kelangkaan bahan pokok. Dari hasil wawancara diketahui bahwa harga daging cenderung naik secara signifikan, namun harga beras cenderung stabil, hal ini dikarenakan Perum Bulog Drive Jakarta-Banten telah mengantisipasi dengan menyiapkan stok buffer di gudang distribusi Jakarta-Banten sekitar 3 juta ton beras. Para pengrajin tahu-tempe juga menyampaikan kesulitan mereka dalam mengakses kedelai sebagai bahan baku utama produk mereka. Dalam beberapa bulan terakhir, produksi tahu – tempe di sentra produksi di Serpong Tangerang mengalami penurunan yang signifikan. Menganggapi hal ini, Ketua Tim Komisi IV menampung aspirasi masyarakat untuk kemudian dikoordinasikan dengan instansi terkait. Selanjutnya, setelah sholat dzuhur bersama, tim berangkat menuju Pasar Ciputat, seluruh tim selanjutnya menuju sentra pengusaha tempe dan tahu di produsen sekitar pasar. Masalah kelangkaan pasokan kedelai tetap menjadi issue utama yang disampaikan para pengusaha.
Dalam kesempatan tersebut, Badan POM juga menurunkan Tim Mobil Keliling dan mengambil beberapa sampel yang dicurigai mengandung bahan berbahaya. Jenis pangan yang disampling adalah pangan jajanan, serta lauk pauk yang dijajakan di pasar. Hasilnya ditemukan beberapa sampel antara lain Manisan cerry yang mengandung boraks, mutiara cina merah mengandung Rhodamin-B positif, kolang-kaling positif formalin, serta ikan asin dan tahu putih yang positif mengandung Formalin setelah dites dengan Uji Cepat (Rapid Test Kit).
Atas permintaan Tim Komisi IV, terhadap tindak lanjut temuan tersebut, Balai POM di Serang dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang Selatan, akan melakukan penelusuran terkait penggunaan bahan berbahaya tersebut dan akan menindak para pelaku usaha yang dengan sengaja menambahkan bahan berbahaya tersebut pada produk mereka. Penyampaian hasil temuan BPOM ini menjadi akhir dari kunjungan kerja Tim dan menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya keamanan pangan selain upaya peningkatan ketahanan pangan, dua issue yang harus ditangani secara komprehensif.
Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Pangan
