Jakarta – Pesan ini disampaikan khusus Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito di hadapan generasi muda Badan POM yang menjadi peserta Dialog Milenial Bersama Kepala Badan POM di Aula Gedung C, Selasa (25/02). Peserta dialog berasal dari seluruh unit kerja Badan POM pusat, Balai Besar/Balai POM serta Kantor Badan di kabupaten/kota. Dalam dialog yang diselenggarakan bersamaan dengan puncak HUT Badan POM ke-19 ini diharapkan generasi milenial Badan POM dapat memberikan masukan konstruktif serta ide-ide inovatif untuk kemajuan organisasi.
“Tugas Badan POM bukan hanya mengawasi peredaran Obat dan Makanan. Tetapi lebih itu,” ungkap Penny K. Lukito. “Kita juga mempunyai tugas untuk memperkuat bangsa melalui perubahan-perubahan. Kita bertugas memperkuat pelaku usaha Obat dan Makanan dalam negeri agar dapat bersaing dengan pelaku usaha negara lain. Kita bertugas memperkuat masyarakat agar dapat menjadi konsumen yang cerdas,” lanjutnya.
Menyambut pernyataan Kepala Badan POM, Ni Putu Ekayani, ASN Inspiratif dari Balai Besar POM di Denpasar merencanakan untuk membuat vlog tentang pelayanan publik. Menurut Ni Putu Ekayani, pegawai Badan POM yang bertugas di layanan publik mengemban tugas yang mulia untuk membantu masyarakat dalam memberikan solusi saat mereka butuh informasi, konsultasi, registrasi produk obat, kosmetik, obat tradisional, suplemen kesehatan, dan makanan, serta pengaduan masyarakat. “Masih banyak pelaku usaha yang kurang memahami proses registrasi. Karena itu, saya ingin membuat vlog tentang pelayanan publik di Badan POM, contohnya menggambarkan layout tempat produksi melalui video untuk memberikan informasi yang mudah dicerna oleh masyarakat,” tuturnya.
Berbeda dari Ni Putu Ekayani, Sigit Haryanto pegawai Kantor Badan POM di Kabupaten Tanimbar Maluku Tenggara Barat yang hadir dalam dialog, menyampaikan bahwa hal-hal yang berbau digital belum biasa dilakukan di Tanimbar, karena keterbatasan internet. Sigit Haryanto justru meminta agar unit kerja di Badan POM pusat dapat membuatkan database Obat dan Makanan secara offline sebagai dasar edukasi di masyarakat perbatasan. “Kami berbeda dari teman-teman di daerah lain, yang dengan mudah memperoleh akses internet. Tapi kami ingin tetap bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat di Tanimbar,” tukasnya.
“Saya setuju dengan mas Sigit, dimanapun kita berada, kita tetap harus berupaya memberikan yang terbaik,” tegas Kepala Badan POM. “Memang diperlukan forum untuk memperkuat kantor Badan POM di perbatasan. Mari kita bangun bersama, generasi muda Badan POM harus terlibat didalamnya,” ajak Kepala Badan POM. Lebih lanjut Penny K. Lukito menyampaikan bahwa keberadaan agent of change di Badan POM perlu ditindaklanjuti dan dimanfaatkan, bagaimana melakukan perubahan, dalam diri, dan Badan POM untuk memberikan pelayanan publik yang terbaik. (HM-Nelly)
Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan
